YOGYAKARTA – PSIM Jogja terus melakukan perombakan besar-besaran terhadap komposisi skuadnya menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2026/2027. Kali ini, manajemen resmi mengakhiri kerja sama dengan gelandang asing asal Tajikistan, Rahmatsho Rahmatzoda.
Kepergian pemain berusia 22 tahun ini menambah daftar panjang pemain yang meninggalkan Laskar Mataram di bursa transfer kali ini. Sebelumnya, PSIM telah resmi berpisah dengan Ikhsan Chan, Deri Corfe, Andy Setyo, Donny Warmerdam, Fahreza Sudin, dan Anton Fase. Selain itu, bek Dede Sapari juga dipastikan hengkang setelah masa peminjamannya ke Madura United berakhir.
Di tengah masifnya aksi melepas pemain, manajemen hingga saat ini belum mengumumkan satu pun rekrutan anyar. Kondisi ini membuat barisan pendukung PSIM menantikan langkah manajemen dalam mendatangkan amunisi baru untuk menyongsong musim depan.
Kontribusi Statistik Rahmatsho Rahmatsho Rahmatzoda bergabung dengan PSIM musim lalu dan menjadi pilar penting di lini tengah. Pemain kelahiran 6 April 2004 ini mencatatkan 24 penampilan dari total 34 laga dengan kontribusi satu gol.
Secara statistik, performa Rahmatsho tergolong konsisten. Ia mencatatkan 931 umpan sukses dari 1.050 percobaan umpan. Selain aktif dalam membangun serangan dengan 18 percobaan tembakan, ia juga disiplin dalam menjaga kedalaman, dengan torehan 32 tekel sukses, 52 intersepsi, serta 14 sapuan.
Keputusan Berdasarkan Evaluasi Manajer Tim PSIM Jogja, Iksan Mahar, menyampaikan apresiasi atas profesionalisme Rahmatsho selama berseragam Laskar Mataram.
"Kami mengapresiasi kontribusi Rahmatsho. Sepanjang musim, ia tampil cukup baik dengan rata-rata bermain 82 menit per laga," ujar Iksan, Jumat (17/7/2026).
Namun, Iksan menegaskan bahwa keputusan untuk melepas sang pemain telah melalui pertimbangan matang dari tim pelatih dan manajemen. "Berdasarkan hasil evaluasi serta penilaian kebutuhan tim bersama tim pelatih, kerja sama dengan Rahmatsho tidak berlanjut di musim 2026/2027. Kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya di masa depan,"
Editor : Heru Pratomo