Jadi Lokasi Kualifikasi PON 2027, Jeram Kali Progo di Banjaroyo Berskala Internasional

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:29 WIB

 

Peserta melakukan pengecekan arus di Kali Progo tepatnya di sekitar Gerbang Samudra Raksa.
Peserta melakukan pengecekan arus di Kali Progo tepatnya di sekitar Gerbang Samudra Raksa.

 

 

 

 

KULON PROGO - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo kembali menggelar Arung Progo Festival 2026. Kegiatan yang terpusat di Gerbang Samudra Raksa, Kalurahan Banjaroyo ini menghadirkan puluhan kontingan dari berbagai daerah. Mereka dinyatakan siap mengikuti kompetisi, sekaligus mempromosikan pariwisata lokal.

Ketua Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) DIY Agus Langgeng Basuki menyampaikan, Arung Progo Festival merupakan agenda rutin kerjasama pihaknya dengan Pemkab Kulon Progo. Dipilihnya Kulon Progo sebagai lokasi festival olahraga tersebut, mengingat adanya potensi lokal.

Kali Progo yang masuk wilayah Kulon Progo terkenal memiliki jeram yang memacu adrenalin. "Kali Progo memiliki jeram yang menantang, dan lintasannya skala internasional," ucap Langgeng, saat ditemui awak media usai pembukaan Arung Progo, Kamis (27/8).

Baca Juga: Guru P3K Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu, P3K Penuh Waktu Bisa Berproses Jadi PNS

Langgeng menyampaikan, potensi aliran Sungai Progo di Bumi Binangun layak menjadi tempat untuk kompetisi arum jeram tingkat nasional hingga internasional. Potensi lokal tersebut telah di uji coba dengan perhelatan sejumlah kegiatan arum jeram. Tindaklanjutnya, Faji berencana mengusulkan Kulon Progo sebagai tuan rumah babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 mendatang.

Untuk saat ini, pihaknya berfokus melaksanakan festival sebaik mungkin. Lantaran, terdapat 20 kontingen yang berasal dari kabupaten kota se- DIJ, Jateng, hingga Jawa Barat. Jumlah peserta yang mengikuti festival kali ini, cenderung lebih sedikit dibanding tahun lalu.

Kali ini hanya ada 100-an peserta, sedangkan tahun 2025 lalu terdapat 240 peserta. Hal ini dipengaruhi pelaksanaan festival arum jeram di daerah lain, seperti Bali hingga Jawa Barat.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT Kembali Meletus, Warga Diminta Hindari Radius 5 KM

Kendati jumlah peserta menurun, pelaksanaan kompetisi akan tetap digelar selama tiga hari, mulai 28-30 Agustus 2026. Terdapat beberapa cabang olahraga yang dilombakan, yaitu kayak dan rafting. Dari dua cabor tersebut, terdapat tiga disiplin yang dilombakan. Di antaranya, sprint, head to head, dan down river race. "Kami juga mengadakan lomba fotografi media sosial," ungkapnya.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan, dukungannya atas Arung Progo Festival 2026. Lantaran, kegiatan tersebut mampu mengenalkan potensi sport tourism di Bumi Binangun. Terlebih, desa wisata di Kapanewon Kalibawang telah terintegrasi satu sama lain. "Ini sudah berjalan, paket wisata arung progo dengan paralayang," ungkapnya.

Ambar menyampaikan, wisata dan kegiatan sejenis diharapkan memanfaatkan potensi lokal. Jika iklim wisata terbentuk, UMKM hingga masyarakat luas dapat memperoleh keuntungan. Peningkatan jumlah kunjungan wisata mampu mendongkrak pendapatan UMKM hingga masyarakat yang menyewakan rumahnya sebagai homestay. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
kali progo kualifikasi PON Gerbang Samudra Raksa arung jeram KULON PROGO