KEBUMEN – Perjalanan Persak Junior pada Piala Soeratin 2026 harus berakhir di babak delapan besar. Ambisi skuad Persak U-17 untuk melangkah hingga partai puncak pupus setelah menelan kekalahan dari R2 Solo.
Bermain pada Rabu sore (26/8), tim berjuluk Joko Sangkrip tersebut harus mengakui keunggulan wakil Solo dengan skor telak 4-1. Hasil tersebut membuat Persak gagal melanjutkan perjalanan ke semifinal sekaligus mengubur harapan meraih trofi juara.
Manajer Persak U-17, Tri Wibowo, mengakui timnya belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Menghadapi R2 Solo yang dinilainya memiliki kekuatan cukup tangguh, Persak harus mengakhiri kiprahnya lebih cepat.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Tri tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain. Menurutnya, para pemain telah menunjukkan kerja keras sejak fase awal turnamen.
"Kami harus pulang, lawan kami cukup tangguh," kata Tri kepada Radar Jogja, Kamis (27/8).
Baca Juga: Punya Kemampuan tapi Kesempatan Minin, Disnaker Kulon Progo Buka 164 Loker untuk Disabilitas
Menurut Tri, pertandingan di babak delapan besar menjadi tantangan tersendiri bagi anak asuhnya. Sejak pertandingan dimulai, Persak berusaha mengikuti tempo permainan yang diterapkan R2 Solo.
Namun, upaya tersebut belum cukup untuk menghindarkan Persak dari kekalahan. Satu gol berhasil dilesakkan ke gawang R2 Solo. Sementara sejumlah peluang lain yang diperoleh belum mampu dimaksimalkan menjadi gol tambahan.
Meski perjalanan di Piala Soeratin 2026 telah berakhir, Tri memastikan hasil tersebut tidak akan mematahkan semangat Persak U-17. Kegagalan di babak delapan besar justru akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
"Kami fokus turnamen mendatang. Persiapan lebih dimatangkan," ujarnya.
Tri menilai keikutsertaan Persak dalam Piala Soeratin memberikan pengalaman penting, baik bagi pemain maupun jajaran manajemen. Selain meningkatkan kemampuan teknis, turnamen tersebut menjadi sarana untuk membangun mental bertanding para pemain muda.
Pengalaman dari kompetisi tahun ini diharapkan dapat menjadi modal Persak untuk tampil lebih matang dan meraih prestasi yang lebih baik pada musim mendatang.
Baca Juga: Panen Alpukat, Lansia di Cepogo Boyolali Meninggal Dunia di Atas Pohon
"Semua pemain patut diapresiasi. Setelah ini tetap ada evaluasi," tandasnya.