SEMARANG – Penyerang asal Brasil, Rafael de Sá Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha, kembali menjadi sorotan setelah belum mampu menyumbang gol pada dua pertandingan awal PSIS Semarang di Pegadaian Championship 2026/2027. Meski selalu dipercaya sebagai starter, kontribusinya di lini depan belum menghasilkan torehan gol bagi tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut.
Situasi ini membuat performa pemain bernomor punggung 91 itu mulai dievaluasi oleh Pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro. Kendati demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi dari manajemen untuk melepas atau mencoret Rafinha.
Pada laga perdana Championship 2026/2027 melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri, Jumat (11/9/2026), Rafinha turun sejak menit pertama. Namun, ia ditarik keluar pada menit ke-55 untuk digantikan Lorensius Amanat Sabda, yang kemudian menjadi pahlawan kemenangan PSIS 2-1 usai mencetak gol pada menit ke-73.
Baca Juga: SPPG di Kulon Progo Diwajibkan Uji Kualitas Lingkungan Tiap Tiga Bulan
Pola serupa terulang saat PSIS bertandang ke markas Semen Padang. Rafinha kembali dipasang sebagai starter, tetapi hanya bermain hingga turun minum sebelum digantikan. Dalam laga tersebut, PSIS harus menyerah 0-1 lewat gol menit akhir Hari Nur Yulianto.
Nirgol di dua pertandingan awal tentu menyita perhatian, terlebih peran Rafinha sebagai penyerang tengah membuat catatan golnya menjadi indikator utama yang paling disorot.
Evaluasi Taktis dan Adaptasi Transisi
Menanggapi sorotan tersebut, Widodo C. Putro menegaskan bahwa evaluasi pemain tidak hanya diukur dari jumlah gol. Menurutnya, setiap pemain memiliki fungsi taktis berbeda, dan penilaian dilakukan berdasarkan perkembangan dalam latihan maupun pertandingan.
Baca Juga: Hukum Membaca Al-Fatihah bagi Makmum, Wajib atau Tidak?
Widodo memberi sinyal masih membuka kesempatan bagi eks top skorer PSIM Jogja itu untuk membuktikan kualitasnya, dengan syarat ia harus mampu beradaptasi dengan gaya permainan yang diusung tim. Dalam sepak bola modern, pemain dituntut aktif saat transisi—tidak hanya saat menguasai bola, tetapi juga harus sigap saat kehilangan bola.
"Kalau kita tidak bisa mengubah cara bermain, kita akan ketinggalan. Saya berharap dia bisa mengubah cara bermainnya," ujar Widodo.
Pernyataan sang pelatih mengindikasikan bahwa anggapan Rafinha akan segera dicoret terlalu dini. Apalagi, pemain berusia 34 tahun tersebut bukan sosok baru di skuad Mahesa Jenar. Ia bergabung pada akhir 2025 melalui skema peminjaman dari PSIM Yogyakarta untuk memperkuat lini serang.
Baca Juga: Diperuntukan bagi Warga Desil 1-4, Bulog Larang Keras Bantuan Pangan Diperjualbelikan
Keputusan mempertahankan Rafinha untuk musim 2026/2027 juga didasari rekam jejaknya yang cukup menjanjikan. Pada musim sebelumnya, pemain kelahiran Recife, Brasil, ini tampil dalam 10 pertandingan bersama PSIS dan mengemas empat gol. Pada Agustus 2026 lalu, Rafinha pun sempat mengutarakannya ambisinya untuk membawa PSIS kembali promosi ke Super League.
Persaingan Lini Depan dan Rumor Transfer
Saat ini, kondisi yang dihadapi Rafinha lebih tepat dinamakan fase evaluasi ketimbang pencoretan. Musim kompetisi masih panjang, dan PSIS memiliki banyak opsi untuk meramu komposisi lini depan.
Persaingan di sektor serang PSIS sendiri terbilang ketat. Selain Rafinha, Mahesa Jenar memiliki sejumlah opsi penyerang lain seperti Dery Antony Corfe, Krisna Sulistia Budianto, hingga Lorensius Amanat Sabda. Ditambah lagi, atmosfer Championship musim ini sangat kompetitif karena banyaknya pemain eks kasta tertinggi yang berlaga.
Baca Juga: Bobol Bengkel di Sidoharjo Wonogiri, Komplotan Spesialis Pencuri 21 Ban dan Laptop Diringkus Polisi
Di tengah situasi evaluasi ini, berembus pula rumor kedatangan striker asal Argentina, Felipe Cadenazzi. Namun, kabar tersebut sejauh ini masih sebatas rumor transfer dan belum menjadi keputusan resmi klub.
Momentum Pembuktian
Secara profil, Rafinha (170 cm) merupakan penyerang serbabisa yang mampu beroperasi sebagai striker tengah maupun penyerang sayap kiri. Sebelum membela PSCS Cilacap, PSIM Yogyakarta, dan PSIS Semarang, ia telah berpengalaman menjajal kompetisi di Laos dan Thailand.
Statistik dua laga awal tentu belum cukup untuk menghakimi kapasitas Rafinha secara keseluruhan. Namun, sebagai pemain asing di posisi juru gedor, ekspektasi publik Semarang memang sangat tinggi.
Editor : Heru Pratomo
Sumber : Radar Semarang