Ketua Percasi Kebumen Saiful Hadi mengatakan, persiapan dari seluruh atlet sudah terbilang matang. Para atlet masih terus berlatih disisa waktu menjelang Popda pada pekan depan. Selain itu, ofisial untuk mengawal para pemain selama pertandingan juga sudah terbentuk. "Kami ikut andil untuk Popda 6 Mei mendatang. Ada sembilan pemain sudah dilatih dan uji coba tanding," katanya, kemarin (1/5).
Saiful optimistis kontingen Kebumen untuk cabang olahraga catur bisa memboyong tropi kejuaraan. Dilihat dari rekam jejak, kata dia, Kebumen sering menyumbang atlet catur hingga tingkat nasional. "Yakin anak-anak membawa nama baik Kebumen. Beberapa kali pemain catur Kebumen sudah sampai tingkat kejurprov dan kejurnas. Bahkan ada satu orang yang sempat bertanding di Yunani," ungkapnya.
Dia menyebut, sembilan atlet itu merupakan pelajar pilihan dari berbagai jenjang pendidikan. Lebih lanjut, selama ini Percasi Kebumen fokus menjaring bibit atlet potensial dengan mengikuti maupun menyelenggarakan turnamen catur.
Sementara itu, Anggota DPRD Kebumen Bambang Sutrisno meminta agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan olahraga catur di Kebumen. Termasuk adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk proses pembinaan para atlet. "Ya, jangan sampai atlet berangkat turnamen malah pakai uang sendiri. Urunan gitu, kasihan. Pemerintah harus bisa memfasilitasi supaya catur di Kebumen maju," terangnya.
Bambang meminta ada tambahan anggaran di KONI sebagai entitas penyelenggara olahraga daerah. Dengan begitu, tambahan anggaran diharapkan menjadi penyemangat untuk keberlangsungan masing-masing cabang olahraga. "Tidak cuma catur. Misal anggaran mencukupi semua bisa jalan. Poin pentingnya bagaimana mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga," katanya. (fid/bah)