KEBUMEN - Sebanyak 200 kuda unggulan lintas daerah ikut ambil bagian dalam pacuan kuda di Lapangan Tegalrejo, Kecamatan Ambal, Selasa (16/4).
Peserta yang hadir pada gelaran tahunan itu tampak begitu antusias karena memperebutkan tropi bergengsi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Panitia Pacuan Kuda Ambal Nur Fauzi menyampaikan, pacuan kuda ini merupakan ajang resmi yang diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kebumen.
Dia bersyukur agenda lomba rutin ini terus mendapat perhatian dari masyarakat luas. "Kami sangat senang karena banyak kuda super yang datang. Ada 200 kuda dari seluruh Indonesia. Salah satu dari Kalimantan," bebernya.
Baca Juga: Jarang Diketahui! Selain Bumbu Dapur Ternyata Garam Punya Manfaat untuk Kebersihan Rumah, Yuk Simak!
Fauzi menjelaskan, pacuan kuda tersebut digelar selama empat hari. Mulai dari tanggal 13-15 Maret 2024 untuk babak penyisihan. Sedangkan kemarin adalah puncak yaitu babak final.
Adapun kelas yang dilombakam mulai dari kelas sprint, terbuka, madya hingga utama. "Tergantung jenis kuda dan panjang lintasan. Jadi menyesuaikan. Tapi rata-rata kuda peranakan super," ungkapnya.
Menurut Fauzi, pacuan kuda menjadi bagian tak terpisahkan masyarakat bagi masyarakat pesisir selatan Kebumen, khususnya di Kecamatan Ambal.
Tradisi ini digelar secara turun temurun setiap libur lebaran tiba. Dia mengaku senang karena agenda rutin tahunan ini bisa menjadi peluang perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Baca Juga: Halalbihalal Wali Kota Magelang Ingatkan ASN Kompak dan Hidup Sehat
Dia menambahkan, pacuan kuda ini juga tidak meninggalkan unsur tradisional. Mulai dari alunan musik pengiring hingga pembatas lintasan masih terbuat dari potongan bambu dan jaring.
Konsep ini sengaja dipertahankan untuk menambah kesan natural. "Banyak joki yang bilang lintasan Ambal ini termasuk bagus. Karena masih bentuk tanah berpasir. Buat balap kuda cocok," ujarnya.
Ketua Pordasi Kebumen Setyo Mujiono mengatakan, pacuan kuda di Kecamatan Ambal telah terbukti mendatangkan atlet kuda nasional dari berbagai daerah. Pordasi, kata Setyo, juga telah mempersiapakan pacuan kuda ini jauh hari sebelum lebaran.
Baca Juga: Jalan 1.300 Kilometer, 24 Biksu Thudong Tiba di Candi Borobudur 20 Mei 2024
Harapanyya agar peserta yang datang tidak kecewa dengan lomba berskala nasional. "Setiap tahun ada evaluasi. Apa yang perlu dibenahi. Intinya belajar dari pengalaman supaya acara sukses," jelasnya.
Pihaknya mencatat, dari tahun ke tahun peserta yang ikut lomba selalu bertambah. Hal ini sebagai bukti bahwa pacuan kuda di Ambal memiliki nilao dan daya tarik tersendiri. "Tahun kemarin sekitar 120 kuda. Sekarang naik derastis. Beruntung banyak atlet yang kerasan untuk ikut," pungkasnya.
Editor : Heru Pratomo