MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) bakal menggelar nonton bareng (nobar) Timnas Indonesia melawan Australia, Selasa malam (10/9). Nobar itu sebagai bentuk memberikan semangat kepada timnas pada laga kedua Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Nobar tersebut akan diselenggarakan di GKU dr HR Suparsono, Kampus Tuguran. Sebab nantinya, pertandingan antara Indonesia melawan Australia ini akan disiarkan langsung dari Gelora Bung Karno, Jakarta pada pukul 19.00.
Ketua Tim Kerja Bidang Humas Untidar Danu Wiratmoko menyebut, Untidar sudah beberapa kali menggelar nobar serupa. "Sama seperti saat U-23 tampil di Piala Asia di Qatar Mei lalu, beberapa pertandingan dibuat nobar di sini," paparnya, Senin (9/9).
Danu mengutarakan, ide nobar ini muncul atas permintaan sivitas akademika Untidar, khususnya penggemar bola. Dia lantas berkoordinasi dengan pimpinan untuk menyelenggarakannya. Tujuan utamanya adalah wujud nasionalisme dan lebih mengakrabkan seluruh elemen di kampus.
Baca Juga: Srikandi dalam Mahabharata: Kisah Androgini dan Perubahan Gender yang Misterius
Baca Juga: Khasiat Jahe Merah untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Menurunkan Resiko Kanker
Dia menuturkan, GKU dr HR Suparsono dapat menampung sekitar 800 hingga 1.000 orang. Apalagi gedung tersebut terdiri dari dua lantai. Semua kursi dapat diisi oleh penonton. Biasanya, kata dia, penonton yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, tenaga pendidikan, dan beberapa masyarakat sekitar.
Nantinya, Untidar akan menggunakan layar LED berukuran 8 x 6 meter dan didukung dengan sound system yang memadai. "Kita nonton bareng, penuh sukacita, teriak sama-sama. Setelah selesai, silakan untuk pulang dengan tertib ke rumah masing-masing dan jangan mengganggu ketertiban umum," urainya.
Nobar ini, lanjut Danu, tidak dipungut biaya alias gratis dan bebas untuk siapapun. Namun, dia mengingatkan kepada setiap penonton untuk tetap mematuhi tata tertib di dalam lingkungan kampus. "Sebenarnya ini diutamakan untuk keluarga besar Untidar. Namun, jika masyarakat luar ingin bergabung disilakan," imbuhnya.
Dengan catatan, masyarakat tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Termasuk mengenakan pakaian yang sopan serta tidak membawa peralatan yang membahayakan orang lain. Mulai dari bendera besar, senjata tajam, minuman keras, dan lainnya.
Dia berharap, kegiatan seperti ini dapat lebih mengikat kesadaran sesama anak bangsa. "Kita bisa bersatu, saling mendukung, demi Indonesia. Tidak perlu ada lagi perseteruan. Untidar dan Magelang harus bisa menjadi contoh," pungkasnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo