Proliga 2025, Ketum PBVSI Imam Sudjarwo: Jadi Panggung Perkuat Posisi di Kancah Nasional
Naila Nihayah• Kamis, 21 November 2024 | 19:35 WIB
POTENSI LOKAL: Para pemain Bandung bjb Tandamata meluapkan kegembiraan usai menjuarai Proliga 2023 di GOR Amongrogo, Minggu (19/3).
MUNGKID - Lima tim putra dan tujuh tim putri akan meramaikan kompetisi Proliga 2025. Kompetisi bola voli bergengsi itu akan berlangsung mulai 3 Januari hingga 11 Mei 2025 di sembilan kota besar di Indonesia. Rencananya, ajang yang dinantikan para pecinta voli itu akan dibuka di GOR Jatidiri, Semarang.
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo mencatat ada 12 tim yang bakal unjuk gigi pada Proliga 2025. Terdiri dari lima tim putra dan tujuh tim putri yang akan bertanding di beberapa kota, seperti Semarang, Bandung, Pontianak, hingga Jogja.
Di sektor putra, lima tim tersebut antara lain Jakarta LavAni Transmart, Jakarta Bhayangkara Presisi, Palembang Bank SumselBabel, Surabaya Samator, dan Garuda Jaya. "(Menampilkan) pemain terbaik dari Indonesia dibantu oleh pemain terbaik dari beberapa negara, masing-masing klub ada 2," ujarnya saat ditemui, Rabu (20/11).
Kemudian di sektor putri, ada tujuh klub yang siap tertarung memperebutkan gelar juara. Mereka adalah Jakarta Electric PLN, Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Energi, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Bandung bjb Tandamata, Jakarta Livin Mandiri, dan tim baru Yogya Falcons.
Bahkan, bintang voli asal Kazakhstan Sabina Altynbekova akan memperkuat tim Yogya Falcons di ajang tersebut. Kehadiran Yogya Falcon diharapkan bisa memberikan warna baru dan persaingan yang lebih dinamis dalam kompetitif. Terlebih, tim itu dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan dunia bola voli di Surabaya pada Agustus 2025.
Imam mengatakan, Proliga 2025 tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi para atlet voli terbaik di Indonesia. Tetapi juga menjadi panggung bagi klub-klub untuk memperkuat posisi mereka di kancah nasional.
Dengan persaingan yang semakin ketat dan kehadiran tim baru, kompetisi ini diprediksi akan menyuguhkan pertandingan yang lebih seru.
Saat ditanya soal potensi naturalisasi, kata dia, belum sampai pada tahap itu. Karena dia masih meyakini kekuatan dari para pemain Indonesia. "Tapi, tidak menutup kemungkinan akan naturalisasi, tapi belum sampai ke situ. Potensi kita sangat luar biasa, kita coba bina atlet yang ada," lontarnya.
Imam berharap, industri voli semakin berkembang dan mendapat dukungan dari pemerintah maupun masyarakat. "Voli itu sekarang sudah jadi industri. Kita kemas (pertandingannya) lebih cantik karena ada hiburannya. Bahkan, animo penonton sekarang sangat luar biasa," sambungnya. (aya)