KEBUMEN - Pelajar MAN 2 Kebumen kembali menambah koleksi tropi kejuaraan di tingkat nasional. Kali ini prestasi diraih oleh empat atlet dari cabang olahraga wushu. Para atlet tersebut berhasil membawa pulang piala dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jet Kun Do Shaolin Kungfu Indonesia pada Senin (30/12).
Kepala MAN 2 Kebumen Akhmad Taukhid mengaku bangga atas catatan prestasi yang ditorehkan peserta didiknya. Hal ini menjadi bukti bahwa pelajar dari lingkungan madrasah telah mampu bersaing dengan sekolah umum. "Prestasi ini harus terus berlanjut, bukan cuma di nasional. Tapi sampai tingkat lebih tinggi," ucapnya, Rabu (1/1).
Baca Juga: Masih dalam Kewajaran, Fluktuasi Harga Bahan Pokok di Kebumen pada Awal Tahun
Dia menegaskan, di era global seperti sekarang madrasah terus mendorong peserta didiknya agar mampu bersaing dan lebih kompetitif. Penekanan tersebut difokuskan baik di bidang akademik maupun non akademik. Dengan begitu lulusan madrasah diharapkan memiliki bekal ketika akan meneruskan kuliah atau terjun di dunia kerja. "Keberhasilan anak-anak tentu ada peran dan dorongan orang tua. Faktor penentu lain keseriusan dari guru pembimbing," ujarnya.
Gelaran kejurnas yang berlangsung di Semarang tersebut diikuti para atlet wushu dari berbagai provinsi. Dalam ajang ini MAN 2 Kebumen mengirimkan empat atlet wushu yang sudah berpengalaman. Masing-masing adalah Yustisia Abhi Praya yang berhasil meraih posisi ketiga pada kategori senior 75 kilogram.
Baca Juga: Ada 355 Kasus DBD selama 2024 di Purworejo, Terbanyak di Akhir Tahun
Lalu ada Muhammad Rafir Alfarizzi yang berhasil membawa pulang tropi juara kedua kategori junior 65 kilogram dan Andika Syahrul Gunawan pada kategori junior 70 kilogram. MAN 2 Kebumen juga mengirimkan atlet wanita kategori junior 56 kilogram. Pada pertandingan tersebut Hikmatun Nisa tampil sebagai atlet wushu terbaik pertama.
Hikmatun Nisa mengaku tampil di ajang nasional bukan perkara mudah. Ia bersama atlet lain harus rela berjuang dengan pola latihan secara berkala. Tak hanya itu berbagai persipan fisik dan mental juga perlu dilakukan sejak jauh hari. "Awal pertandingan sempat terguncang karena banyak atlet nasional yang bagus. Tapi dukungan dari guru dan orang tua akhirnya bawa empat medali," jelasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo