Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jadi Pemain Terbaik MilkLife Soccer Challenge, Tiga Pesepakbola Puteri Belia Jogja Akan Berangkat ke Singapura 

Heru Pratomo • Senin, 3 Februari 2025 | 18:19 WIB
Photo
Photo

JOGJA - Perjalanan tim sepakbola puteri All-Stars Jogja dalam MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang digelar di Kudus Jumat - Minggu 24-26 Januari 2025 lalu hanya berhenti di babak penyisihan grup. Tapi tidak dengan tiga pemainnya. Yang akan bertanding ke Singapura.

 

Ya tiga pemain sepakbola puteri belia dari Jogja terpilih masuk dalam pemain terbaik di ajang tersebut. Masuk di antara 24 pemain yang disatukan dalam satu tim guna berlaga dalam Junior Soccer School dan League (JSSL) di Singapura, pertengahan April mendatang.

Mereka adalah Zahra Izzati Alkhaliqi siswi SDN Pujokusuman 1 Yogyakarta yang masuk dalam tim All-Stars kelompok usia di bawah 12 tahun. Kemudian Ayla Dva Khala Ahisma siswa SDN Nanggulan, Maguwoharjo Kabupaten Sleman, dan Regina Mikaela Lintang Putri asal SD Kanisius Duwet Sleman yang masuk di tim U-14.

 

Ketiganya pun mengaku bangga dan tidak menyangka bisa terpilih oleh talent Scout tim MilkLife Soccer Challenge. Apalagi melihat perjalanan tim All-Stars Jogjakarta yang tak menembus semifinal. "Tidak menyangka karena pemain dari daerah lain juga bagus-bagus, kan All-Stars dari tiap daerah," kata Regina yang juga didapuk menjadi kapten tim All-Stars Jogjakarta.

Dia pun mengucapkan syukur atas pencapaiannya. Termasuk berterimakasih kepada orang tua serta teman-temannya yang selalu mendukungnya. Ketertarikannya pada sepakbola memang difasilitasi kedua orangtuanya dengan diikutkan dalam sekolah sepakbola (SSB) AM-TRI Sleman. "Sudah main sejak kelas 4," kata siswi kelas 6 ini.

 

Harapan yang sama juga diungkapkan Ayla Dva Khala Ahisma. Selama turnamen pemain yang biasa bergerak di sisi kiri penyerangan ini menjadi pemain yang berbahaya bagi lawannya. Terpilih untuk berangkat ke Singapura pun menjadi motivasi tambahan baginya. "Ya semoga bisa menjadi pemain timnas yang lebih baik," katanya.

Sedang bagi Zahra, kesusksesannya terpilih jadi salah satu pemain yang berangkat ke Singapura adalah berkat doa kedua orang tuanya. Dia mengaku bangga dan masih tak percaya bisa berangkat ke Singapura April nanti. "Orang tua selalu mendoakan semoga bisa lolos sampai ke Singapura," ungkapnya.

 

Tapi jalan untuk menjadi pesepakbola puteri memang sudah diniatkan. Zahra mengaku awalnya gabung dengan SSB Kalasan hingga kemudian diarahkan untuk gabung ke SSB Puteri Mataram. Untuk posisi, Zahra yang tergolong tinggi di usianya ini, awalnya ingin bermain di posisi tengah. "Tapi sama pelatih diarahkan jadi bek dan merasa lebih bisa jadi bek," ujarnya.

Pelatih tim All-Stars Jogjakarta Geovani Akbar menyebut ketiga pemainnya tersebut memang layak dipilih menjadi pemain terbaik di antara 24 pemain lainnya. Menurut dia, karakteristik pemain asal Jogja lebih cerdas dan mudah diajarkan teknik dalam sepakbola. Hal itu pula yang coba diterapkan dalam timnya selama MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus. Meski terhenti di babak penyisihan tapi permainan tim All-Stars Jogjakarta banyak dipuji. Termasuk berhasil dia kali comeback dari ketertinggalan. "Karena para pemain ini selam latihan mau kerja keras," jelasnya.

 

Editor : Heru Pratomo
#singapura #jogja #MilkLife Soccer Challenge All Stars 2025