JOGJA - Bima Perkasa Jogja (BPJ) belum mampu bangkit dari keterpurukan di ajang Indonesian Basketball League (IBL) musim 2025. Bagaimana tidak, hingga pekan ke-16 kali ini tim kebanggaan masyarakat Jogjakarta ini tercatat sudah mengoleksi 14 kali kekalahan.
Atas hasil tersebut saat ini Bima Perkasa Jogja sendiri berada di posisi ke-13 dari 14 kontestan yang mengikuti ajang IBL musim 2025. Selain itu, untuk rekor kandang musim ini, BPJ sendiri tercatat hanya mampu mentorehkan satu kali kemenangan saja dari tujuh laga kandang yang telah dimainkan.
Baca Juga: Capai Tonggak Baru Akademik, Universitas Akprind Miliki Guru Besar Baru Bidang Vulkanologi
Hasil minor tersebut tentu akan menjadi perhatian tersendiri bagi tim pelatih BPJ. Mengingat pada awal musim lalu, manajemen Bima Perkasa Jogja sendiri telah mentargetkan diri untuk bisa tembus babak play off atau delapan besar pada ajang Indonesian Basketball League (IBL) musim 2025 ini.
Sebab manajemen sendiri tidak ingin tim bola basket kebanggaan masyarakat Jogjakarta ini finish di dasar klasemen lagi seperti pada musim sebelumnya.
Asisten pelatih Bima Perkasa Jogja Yanuar Dwi Priasmoro mengatakan hasil enam kali kekalahan di kandang itu tentu menjadi pelajaran berharga untuk tim pelatih supaya terus melakukan evaluasi kepada tim.
Sehingga saat ini tim pelatih akan terus belajar dari setiap pertandingan, terutama dalam hal konsistensi dan pengambilan keputusan pemain.
"Terutama di kuarter ketiga yang menjadi titik balik permainan," lontarnya, Jumat (25/4).
Menurut Yanuar, enam kali kekalahan di kandang yang dialami oleh BPJ itu tentu menjadi catatan penting untuk pembenahan strategi Bima Perkasa menjelang laga-laga berikutnya.
Sehingga tim pelatih sangat berharap supaya ke depan bisa memperbaiki efektivitas tembakan dan transisi pertahanan demi hasil positif di sisa musim IBL 2025.
Baca Juga: Pemkot Jogja Berharap Tambah PAD dari Kebun Pisang
"Kami yakin kami pasti bisa bangkit," tegasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo