Purworejo, sebuah kabupaten yang dikenal tenang dan berbudaya. Sepakbola masih masih menjadi olahraga yang di gemari oleh masyarakat, meski tanpa sorotan kamera atau tribun megah.
Klub sepakbola lokal Persekapur Purworejo masih ada, menjadi simbol semangat dan cinta warga terhadap olahraga rakyat.
Dilansir dari website PSSI Jateng, sebelum adanya Persekapur Purworejo, sepakbola Purworejo diwakili oleh ISP atau Ikatan Sepakbola Purworejo.
ISP merupakan organisasi perserikatan sepakbola yang berada dibawah naungan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Kemudian nama klub berubah kembali menjadi ISP.
Klub berjuluk Laskar Bagelen ini terakhir kali berlaga di liga tiga tahun 2022. Sampai saat ini, klub kebanggaan masyarakat Purworejo ini masih mengalami masalah internal sehingga sampai saat ini, ISP masih belum mampu mengikuti kompetisi di Indonesia.
Namun, di balik mati surinya klub kebanggaan masyarakat Purworejo. Semangat para suporter untuk menjaga api sepakbola di Purworejo belum benar-benar padam.
Dilansir dari akun instagram @meme.isp1954, terdapat unggahan ajakan untuk menyelamatkan klub sepakbola lokal Purworejo, hal ini di dukung penuh oleh masyarakat pecinta sepakbola lokal Purworejo.
Dalam unggahannya, ia menyuarakan dengan spanduk yang tertulis “Where ISP Purworejo?”, dengan keterangan gambar yang berisi “Apakabar tim kebanggaan Purworejo?”. Ia menyuarakan untuk menyelamatkan ISP Purwodadi dari mati suri.
Di kutip dari akun Instagram @rudolf_boys. Pada hari Sabtu, 15 Februari 2025, terjadi pertemuan yang bertujuan untuk berdiskusi. Acara ini di selenggarakan dengan tajuk “Apa Kabar Sepakbola Purworejo”, terjadinya acara ini adalah untuk menjawab keresahan masyarakat Purworejo atas mati surinya ISP Purworejo. Suporter menuntut revolusi manajemen yang mengelola ISP Purworejo.
Pertemuan ini menghasilkan jawaban yaitu, klub ISP Purwodadi tidak mengikuti kompetisi di Indonesia, baik itu Piala Soeratin ataupun Liga Empat Indonesia karena masalah finansial.
Pihak klub mengatakan bahwa biaya untuk mengikuti kompetisi tidak dapat ditanggung oleh manajemen klub.
Masih dengan sumber yang sama, unggahan akun Instagram @rudolf_boys mengungkapan bahwa pada tanggal 12 Agustus 2025, Wakil Bupati Purworejo, Bapak Dion Agasi Setiabudi, menggelar pertemuan dengan Askab PSSI Purworejo dan Perwakilan Suporter untuk membahas langkah penyelamatan klub lokal Purworejo.
Dalam pertemuan itu menghasilkan tiga langkah strategis yaitu, penetapan kepengurusan baru ISP Purworejo, Pengesahan status badan hukum klub, dan target partisipasi ISP Purworejo di liga resmi tahun 2025.
Sejalan dengan hasil pertemuan tersebut, perwakilan PSSI Purworejo mengikuti kongres Asprov Jateng untuk persiapan mengikuti liga 4 zona Jawa Tengah tahun 2025.
Akan tetapi belum diketahui ISP akan mengikuti liga 4 Jawa Tengah tahun 2025 atau tidak.
Semoga dengan adanya hal ini kembali membangkitkan semangat klub lokal asal Purworejo.
Dengan adanya pergerakan dari klub lokal Purworejo ini mengingatkan bahwa akar sepakbola Indonesia justru tumbuh dari daerah-daerah seperti Purworejo.
Dari lapangan-lapangan kecil ini, semangat dan bakat muda bermula, menunggu kesempatan untuk kembali bersinar.
Penulis: Alif Rizki Wahyu N K