RADAR JOGJA - Tanaman kopi umumnya tumbuh di dataran tinggi dengan suhu yang sejuk.
Daerah-daerah penghasil kopi dengan rasa yang terbaik di Indonesia pun juga kebanyakan merupakan dataran tinggi.
Mulai dari Gayo, Kintamani, Temanggung, Bajawa, Toraja, dan masih banyak lagi daerah lainnya.
Kebanyakan, kopi yang tumbuh di daerah tersebut sekaligus menjadi andalannya adalah varian arabica yang harganya cenderung lebih tinggi.
Sebenarnya, di daerah dataran sedang menuju rendah, kopi juga bisa ditanam. Namun, yang jadi rekomendasi adalah varian robusta.
Tetapi, ada sebuah jenis kopi di Indonesia yang asal penanamannya unik, yaitu di pinggir pantai.
Kopi ini dikenal dengan nama Kopi Ambal. Yakni, kopi pesisir yang merupakan kopi asli Kabupaten Kebumen.
Memang sangat lain bila dibandingkan kopi-kopi yang berasal dari dataran tinggi.
Sesuai dengan namanya, lokasi kebun dari kopi pesisir khas kebumen ini memang ada di wilayah pesisir.
Tepatnya di daerah Desa Kucangan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.
Desa ini benar-benar 'tinggal selangkah' saja menuju bibir pantai selatan.
Melansir dari situs Kebumenkab.go.id, upaya untuk penanaman kopi di wilayah pesisir ini tergolong masih baru. Yaitu, sekitar tahun 2010.
Penggagasnya adalah Yuridulloh, seorang petani lokal.
Kala itu, ia cukup prihatin melihat tanaman-tanaman kopi yang tak terawat di daerahnya.
Akhirnya, ia pun memutuskan untuk mencoba membudidayakan kopi tersebut hingga siap panen.
Tindakannya pun beralasan, sebab pada masa Hindia Belanda dulu, Kebumen sempat menjadi wilayah penghasil kopi yang cukup diperhitungkan.
Bermula dari penanaman 20 biji kopi robusta, kini akhirnya bisa tumbuh subur dan bisa diolah menjadi minuman yang punya cita rasa khas.
Dengan elevasi atau ketinggian lahan hanya 10-15 meter di atas permukaan laut, tanaman kopi di desa ini bisa tumbuh dengan baik.
Tak tanggung-tanggung, Yuri juga mengembangkan berbagai varian kopi selain robusta. Mulai dari arabica, liberica, hingga excelsa.
Semangatnya untuk menanam ini semakin muncul ketika saat itu kenunmya mendapat musibah karena pohon besar yang jadi 'induk' kebun kopinya ditebang.
Semuanya pun bisa tumbuh secara produktif.
Dikutip dari CNN Indonesia, Yuri menyebutkan, kalau kopi robusta khas pesisir ini punya cita rasa dan aroma yang sangat kuat.
Berbeda dengan robusta dataran tinggi yang ada cita rasa cokelatnya.
Efek dari meminum kopi ini juga cenderung lebih 'berat' untuk orang yang tidak biasa meminum kopi.
Baca Juga: Ritual Penggandaan Uang, Nur Fadli Tipu Korbannya hingga Rp 432 Juta
Editor : Meitika Candra Lantiva