Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Menilik Masjid Al-Hidayah Klampok dengan Arsitektur Cina, Atapnya Kini Bergaya Lereng Punggung

Anom Bagaskoro • Kamis, 14 Maret 2024 | 18:25 WIB

 

Tepat di depan Masjid Al-Hidayah terdapat pohon jambu klampok yang sudah berusia lebih dari 100 tahun.
Tepat di depan Masjid Al-Hidayah terdapat pohon jambu klampok yang sudah berusia lebih dari 100 tahun.
 

RADAR PURWOREJO - Di Kulon Progo terdapat masjid unik dengan gaya arsitektur Cina. Yakni Masjid Al-Hidayah yang terletak di Padukuhan Kidulan, Salamrejo, Sentolo. Umur masjid ini sudah lebih dari 60 tahun. Dibangun tepat di samping Situs Sumur Klampok.

 

Tepat pada 2010, masjid ini direnovasi. Dengan mengubah gaya arsitekturnya menjadi gaya Cina. Dan setelah dibangun ulang, kemudian diresmikan pada 2012.


Sebelum dilakukan renovasi, Masjid Al-Hidayah sama seperti masjid lainnya. Dengan menganut gaya arsitektur masjid Jawa pada umumnya. Perubahan gaya arsitektur masjid ini, terlihat pada atap masjid. Sebelumnya menggunakan atap limasan, dan kini menjadi atap lereng punggung. Adopsi gaya atap lereng punggung memberikan ciri khas Cina.

"Pengerjaannya bertahap, dan perubahan desain atas permintaan masyarakat," ucap Takmir Masjid Al-Hidayah Yatimin saat ditemui Radar Jogja kemarin (13/3).


Perubahan gaya arsitektur terjadi secara tidak sengaja. Karena pada awalnya denah perencanaan tak seperti wujud masjid sekarang. Perubahan gaya arsitektur terjadi karena masyarakat melakukan revisi saat pengerjaan.

 

Tak hanya berkaitan dengan gaya bangunan, masjid ini juga memiliki keunikan lainnya. Tepat di depan masjid, terdapat sebuah pohon yang berumur ratusan tahun. Diameter batang pohon ini mencapai dua meter. Sedangkan bagian akarnya, tampak dipermukaan tanah dengan tinggi dua meter. "Pohon jambu klampok. Sudah ada sejak zaman kakek dan nenek saya, bahkan dulu ukaranya lebih besar," ucap Yatimin.


Namun, pohon ini sudah tidak produktif berbuah. Fungsinya kini hanya sebagai perindang area mamsjid. Hanya saja, masyarakat setempat juga percaya bahwa pohon sebagai penampung air tanah. Sehingga apabila ditebang, bisa saja terjadi kekeringan.

 

Sedangkan situs sumur Klampok, lanjutnya, juga masih digunakan sampai sekarang. Bahkan setelah dilakukan pemugaran, sumur ini menjadi tempat yang menarik. "Pengunjung bisa datang ke sini, kalau Ramadan bisa itikaf, karena suasana nyaman," ucap Yatiman.

Selama ini, banyak pengunjung yang datang dan beribadah di Masjid Al-Hidayah. Mereka mengaku merasakan kenyamanan selama beribadah. Hal ini didukung dengan suasana masjid yang asri dan teduh. Terlebih di bagian samping masjid terdapat sungai kecil yang jernih.

 

Selama Ramadan, masjid juga akan lebih banyak menerima tamu. Selain dari warga sekitar, juga masyarakat dari luar daerah. "(Ada kegiatan, Red) buka bersama, kultum, TPA, dan baksos," ucap Ketua Panitia Ramadhan Rafiq Muhammad.

 

Rafiq mengaku, ikut melihat proses rahab masjid. Sebab sejak kecil dia aktif bermain di masjid. Namun setelah dibangun, masyarakat yang datang tidak hanya untuk beribadah. Namun juga untuk menghabiskan waktu di seputaran masjid. (cr7/eno)


 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Sentolo Kulon Progo #Masjid Al Hidayah