Bisa Lihat Candi Borobudur, Bayar Infak Rp 5 Ribu untuk Naik Menara Pandang MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang
Naila Nihayah• Senin, 17 Maret 2025 | 21:15 WIB
BERDIRI MEGAH: Bangunan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Sawitan, Mungkid, Magelang sudah selesai. Tinggal menyelesaikan penataan kawasan.NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
MUNGKID - Menara pandang Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang resmi dibuka untuk masyarakat umum. Menara setinggi 39 meter itu bisa melihat pemandangan sekitar masjid, termasuk Candi Borobudur dan perbukitan Menoreh. Bagi yang hendak naik ke atas menara, dikenakan infak sebesar Rp 5 ribu per orang.
Untuk diketahui, bangunan MAJT An-Nuur cukup luas karena berdiri di atas tanah seluas 5,0076 hektare. Menariknya, ada menara setinggi 39 meter yang bisa melihat pemandangan sekitar, termasuk Candi Borobudur. Menara tersebut dilengkapi dengan lift yang bisa membawa pengunjung naik ke lantai lima dan tujuh.
Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang Asfuri MS menyebut, menara pandang mulai dibuka pada Sabtu (15/3). Pembukaan itu selaras dengan banyaknya pengunjung masjid yang kerap menanyakan operasional menara. Selain itu, pengelola juga ingin memaksimalkan bangunan yang ada.
Dia memprediksi, menara pandang tersebut bakal menjadi salah satu destinasi baru di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang. Terlebih, menara itu beroperasi selama 24 jam. Bagi pengunjung yang ingin naik ke atas menara, bisa membayar infak Rp 5 ribu per orang. "Ada lift, nanti naik di lantai lima atau tujuh. Ada loketnya," ujarnya, Minggu (16/3).
Asfuri menyebut, lantai lima dan tujuh itu masing-masing memiliki kapasitas maksimal 10 orang. Setiap pengunjung akan dibatasi maksimal 10 menit agar dapat memberi kesempatan pengunjung lain yang ingin naik ke atas menara. Dari atas menara pandang, pengunjung bisa melihat keindahan alam, termasuk Candi Borobudur dan perbukitan Menoreh
Dia menambahkan, menara pandang memiliki ketinggian 39 meter. Semula, menara itu didesain dengan tinggi 99 meter. Namun, berdasarkan kajian bersama tim ahli analisis dampak cagar budaya (HIA), UNESCO, serta Museum dan Cagar Budaya (MCB) Borobudur, ketinggiannya dipangkas menjadi 39 meter.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengutarakan, menara pandang MAJT An-Nuur bisa melihat pemandangan sekitar, termasuk Candi Borobudur. Keberadaannya menjadi daya tarik baru bagi masyarakat. "(Kekurangannya) tidak bisa melihat 360 derajat dan panas, nggak ada AC-nya atau diberi ventilasi udara agar tidak panas." lontarnya. (aya)