Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Gerebek Kupat di Magelang Dibanjiri Masyarakat, Lima Gunungan pun Ludes dalam Sekejap

Naila Nihayah • Senin, 7 April 2025 | 17:10 WIB


Gerebek Kupat di Magelang Dibanjiri Masyarakat, Lima Gunungan pun Ludes dalam Sekejap
Gerebek Kupat di Magelang Dibanjiri Masyarakat, Lima Gunungan pun Ludes dalam Sekejap

 

MUNGKID - Ribuan warga Kabupaten Magelang tumpah ruah di Lapangan drh Soepardi. Mereka datang untuk mengikuti Garebek Kupat yang dimulai pukul 11.00. Di dalam kupat bukan diisi makanan yang terbuat dari beras, melainkan uang, mulai Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu. Ada pula voucher wisata.

Kegiatan diawali dengan kirab dari dua titik. Kirab pertama yang terdiri atas bupati dan forkompimda berjalan dari pendopo rumah dinas, ditambah gunungan kupat. Lalu, kirab kedua dimulai dari MAJT An-Nuur yang diikuti berbagai kesenian daerah. Mereka mengarak gunungan kupat menuju Lapangan drh Soepardi.

Total ada lima gunungan, dua di antaranya berukuran besar berisi ribuan kupat dan tiga lainnya berisi palawija. Warga pun sudah memadati kawasan lapangan dan menanti Garebek Kupat. Namun, kegiatan itu sempat tidak terkondisi karena sebelum ada aba-aba, warga sudah menjarah kupat.

Padahal, gunungan kupat itu rencananya hendak dirayah di tengah lapangan. Hanya saja warga sudah mengambilnya sebelum gunungan itu dibawa ke tengah lapangan. Alhasil, kondisinya tidak dapat dikendalikan. Setelah beberapa menit, lima gunungan kupat dan palawija ludes tak tersisa.

Ketua penyelenggara Tri Setyo Nugroho mengatakan, Garebek Kupat merupakan event budaya kali pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Magelang saat momentum Lebaran. Karena sebelumnya hanya diadakan di Dusun Dawung, Banjarnegoro, Mertoyudan.

Dia menyebut, total ada lima gunungan yang terdiri atas 6.000 kupat yang diarak dari MAJT. Masing-masing kupat berisi uang mulai Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu serta voucher wisata di Kabupaten Magelang. "Kami doakan dulu supaya energi positif dari event ini bisa tersiar dengan baik," paparnya Minggu (6/4).

 Selain Garebek Kupat, kata dia, ada 17 kesenian yang ikut andil meramaikan kegiatan. Sehingga menjadi embrio dan memunculkan event-event budaya, serta bisa menjadi ikon di Kabupaten Magelang. "Nantinya bisa menjadi stimulan seni budaya dan pariwisata di Kabupaten Magelang," tambahnya.

 Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengutarakan, Garebek Kupat sebetulnya bukan agenda baru. Namun skalanya masih di tingkat dusun. "Jadi kami dorong untuk ditingkatkan di skala kabupaten agar turut berperan dalam pemajuan Kabupaten Magelang," lontarnya.

Dia berharap, Garebek Kupat ini akan menjadi agenda rutin tahunan setiap Syawal di Kabupaten Magelang. Tidak hanya menghadirkan atraksi budaya, tetapi juga menggandeng para pelaku UMKM agar bisa menggerakkan roda ekonomi.

Hanya saja, lanjut Grengseng, ke depan pelaksanaan Garebek Kupat ini dapat ditingkatkan lagi. Termasuk kesiapan dari panitia. "Panitia mungkin belum siap karena hitungannya tidak sebesar ini. Tapi alhamdulillah antusiasme warga luar biasa," sebutnya. 

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menilai, Garebek Kupat menjadi momentum kebangkitan warga Kabupaten Magelang. Terutama pemberdayaan ekonomi dan warganya. "Jadi, saya pikir ini bukan sekedar prosesi seremonial, tetapi momentum bagi Kabupaten Magelang untuk bangkit,"  ujarnya. (aya/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#voucher wisata #Grengseng Pamuji #uang #bupati #Lapangan drh Soepardi #lima #gunungan #Magelang #Gerebek Kupat