MUNGKID – Di lereng perbukitan Desa Wonolelo, Sawangan, Kabupaten Magelang, terdapat sebuah dusun yang tengah tumbuh menjadi destinasi wisata unggulan berbasis alam dan budaya, yakni Dusun Surodadi.
Kawasan ini menjanjikan pengalaman wisata yang memadukan keindahan panorama pegunungan, kekayaan hortikultura, dan kearifan lokal, lewat ikon utamanya yang kini ramai diperbincangkan, Negeri Kahyangan.
Dalam lima tahun terakhir, destinasi Negeri Kahyangan menjelma sebagai magnet wisata baru di Magelang. Panorama spektakuler yang menyuguhkan jajaran Gunung Merbabu, Merapi, Sumbing, Sindoro, dan Andong, menjadikan kawasan ini kian digemari, terlebih saat musim cerah.
Baca Juga: Tanaman Pekarangan Rumah: 7 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Manusia
Dalam sepekan, kunjungan wisatawan bisa mencapai 3.000 hingga 5.000 orang, bahkan lebih di musim libur panjang. Negeri Kahyangan menjadi potensi unggulan Dusun Surodadi. "Pengelolaan melibatkan warga secara aktif, termasuk petani yang menjajakan hasil bumi mereka di kompleks wisata," ujar Kepala Dusun Surodadi, Supri saat dihubungi, Kamis (7/8).
Dengan tiket masuk Rp 20 ribu pada hari biasa dan Rp 25 ribu pada hari libur, wisatawan dapat menikmati berbagai wahana seperti Kahyangan Sky Bridge, Istana Negeri Kahyangan, hingga gapura bergaya kastil. Tak hanya itu, kesenian lokal seperti sendratari Kahyangan, tari soreng, jathilan, dan topeng ireng turut ditampilkan saat momentum tertentu di amfiteater terbuka, menghidupkan nuansa budaya yang kuat.
Tak hanya mengandalkan panorama, Dusun Surodadi juga mengembangkan konsep agrowisata. Kebun stroberi, selada air, hingga kebun kopi dikelola sebagai bagian dari paket wisata edukatif. Wisatawan bisa menikmati trip dengan jip menyusuri kampung, kebun, dan spot-spot eksotis, dengan tarif mulai Rp 450 ribu hingga Rp 700 ribu untuk empat orang.
Baca Juga: Operasi Truk ODOL di Kulon Progo Tak Temukan Bendera One Piece
"Pengunjung bisa melihat langsung proses tanam, panen, bahkan ikut meracik dan menyeduh kopi. Sekarang ini sudah masuk panen raya kopi," jelas Supri.
Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi warga. Sayuran hortikultura seperti cabai, kubis, sawi, tomat, brokoli, dan selada menjadi komoditas utama. Menariknya, hasil tani ini bisa langsung dibeli wisatawan saat berkunjung, baik di kebun maupun di kawasan wisata.
Kedekatan geografis Dusun Surodadi dengan destinasi besar seperti Ketep Pass, Kabupaten Boyolali, dan Jogja memberi peluang besar untuk dikembangkan menjadi simpul wisata regional. Namun, Supri berharap, dukungan nyata dari berbagai pihak agar potensi besar ini tidak berjalan sendiri.
Baca Juga: TP PKK Kebumen Nurjanah: Kepala Keluarga Diajak Perhatikan Parenting Anak
"Dengan semua potensi yang kami miliki, alam, pertanian, budaya, dan wisata, kami berharap pemerintah dan stakeholder bisa lebih memperhatikan. Tujuannya agar masyarakat kami makin sejahtera dan dusun ini terus tumbuh," ujarnya.
Dusun Surodadi menjadi bukti bahwa desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis lokal. Dengan inovasi yang terus ditumbuhkan dan dukungan berkelanjutan, Negeri Kahyangan bisa jadi kenyataan, bukan hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi warganya. (aya)