RADAR PURWOREJO - Candi Prambanan, candi Hindu terbesar di Indonesia, yang dibangun pada abad ke-9 Masehi sebagai simbol kebesaran kerajaan Medang atau Mataram Kuno.
Candi yang berlokasi di Jalan Raya Solo-Yogyakarta, Kranggan, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta diperuntukkan bagi penghormatan kepada tiga dewa utama dalam agama Hindu, yaitu Brahma (pencipta), Wisnu (pemelihara), dan Siwa (perusak).
Candi Prambanan terdiri dari tiga candi utama yang megah, serta puluhan candi kecil yang mengelili komplek utama, memperlihatkan kejayaan seni dan budaya masa lalu.
Selain nilai sejarah dan arsitektur, Candi Prambanan juga terkenal dengan legenda rakyat tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, kisah seorang putri yang berubah menjadi arca oleh kutukan, yang menjadi daya tarik budaya tambahan bagi pengunjung.
Kini, Candi Prambanan merupakan situs warisan dunia UNESCO sejak 1991 dan menjadi destinasi utama wisata budaya dan spiritual di Indonesia dengan berbagai acara kebudayaan dan ritual keagamaan yang rutin diadakan di komplek ini.
Untuk berkunjung ke Candi Prambanan, pengunjung wajib membeli tiket masuk dengan harga tiket reguler Rp 50.000,00 untuk dewasa dan Rp 25.000,00 untuk anak-anak.
Tersedia juga paket tiket terusan, seperti tiket terusan Prambanan-Borobudur seharga Rp 80.000,00 untuk dewasa dan Rp 40.000,00 untuk anak-anak serta tiket terusan Prambanan-Ratu Boko seharga Rp 85.000,00 untuk dewasa dan Rp 40.000,00 untuk anak-anak.
Jam operasional taman wisata ini mulai pukul 06.00 hingga 16.30 WIB. Pengunjung diizinkan menjelajahi pelataran candi, namun tidak diperbolehkan menaiki bangunan candi demi menjaga kelestariannya.
Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur kuno, relief cerita Ramayana, dan berbagai kegiatan budaya yang menjadi bagian dari pelestarian warisan leluhur Indonesia.
Candi ini tidak hanya sebagai simbol kemegahan masa lalu, tetapi juga menjadi tempat hidupnya tradisi budaya dan spiritual yang terus dirayakan dengan berbagai festival dan upacara keagamaan.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.