Buah ini tumbuhnya hanya di dataran tinggi, terutama kawasan Dieng yang udaranya dingin dan lembap. Karena itulah, carica dianggap langka dan punya cita rasa khas yang sulit dicari di daerah lain.
Biasanya carica diolah menjadi manisan atau sirup buah yang disajikan dalam cup-cup kecil. Cara pengolahannya sederhana tapi tetap mempertahankan rasa asli buahnya.
Setelah dibersihkan, carica dipotong kecil, dimasak dengan air gula, lalu dikemas rapat agar tetap awet.
Hasilnya adalah manisan bening berisi potongan buah yang lembut, cocok dimakan dingin, apalagi saat cuaca panas.
Selain enak, carica juga punya manfaat. Kandungan vitamin C-nya cukup tinggi, cocok buat jaga imun.
Teksturnya yang lembut gampang dicerna, dan aromanya memberi sensasi segar. Nggak heran kalau wisatawan selalu beli lebih dari satu cup karena manisan ini gampang habis dalam sekali duduk.
UMKM lokal di Wonosobo juga banyak yang menggantungkan produksi carica sebagai mata pencaharian.
Setiap musim liburan, permintaan bisa naik berkali-kali lipat. Jadi setiap kali kamu beli carica, sebenarnya kamu juga ikut bantu roda ekonomi masyarakat Dieng.
Carica bukan sekadar oleh-oleh, tapi bagian dari identitas kuliner dataran tinggi Wonosobo.
Rasanya khas, prosesnya sederhana, dan keberadaannya terikat erat dengan iklim Dieng yang sejuk.
Itulah alasan kenapa carica selalu jadi item wajib di daftar belanja wisatawan.
Kalau kamu mampir ke Dieng, jangan lupa borong beberapa cup dan nikmati sensasi segarnya langsung dari tempat asalnya.
Penulis Naela Alfi Syahra
Editor : Bahana.