Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Sering Menjadi Makanan Favorit Banyak Orang, Ini Dia Sejarah Dibalik Soto Lamongan!

Bahana. • Selasa, 9 Desember 2025 - 19:30 WIB

Soto Lamongan
Soto Lamongan
RADAR PURWOREJO - Soto, hidangan berkuah kaldu kaya rempah, adalah ikon kuliner Indonesia. Namun, di antara beragam jenis soto yang tersebar di Nusantara, Soto Lamongan memiliki tempat istimewa.

Dikenal dengan kuahnya yang kuning cerah, taburan koya (campuran kerupuk udang dan bawang putih), dan irisan daging ayam kampung, hidangan ini ternyata menyimpan fakta sejarah menarik yang berkait erat dengan migrasi dan kearifan lokal.

Meski secara geografis hidangan ini berakar di Kabupaten Lamongan, Soto Lamongan modern yang kita kenal hari ini justru populer berkat peran para perantau asal Lamongan.

Sejak abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, masyarakat Lamongan dikenal memiliki tradisi merantau yang kuat.

Mereka membawa serta keahlian berdagang makanan, dan soto adalah salah satu andalan utama.

Para pedagang ini tidak hanya menjajakan soto di sekitar Jawa Timur, tetapi juga hingga ke kota-kota besar lain seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Keberhasilan para perantau ini menjadikan Soto Lamongan sebagai salah satu jenis soto yang paling mudah ditemukan dan paling dikenali di seluruh Indonesia.

Kehadirannya di berbagai sudut kota menjadikannya bukan sekadar makanan khas Lamongan, tetapi juga identitas kuliner para wong Lamongan perantauan.

Salah satu ciri paling khas dari Soto Lamongan adalah penggunaan koya. Koya, yang terbuat dari kerupuk udang yang dihaluskan bersama bawang putih goreng, memberikan rasa umami, tekstur kental, dan aroma yang khas.

Para ahli kuliner menduga bahwa penambahan koya ini adalah inovasi yang muncul dari kebutuhan untuk memperkaya rasa dan tekstur kuah dengan bahan-bahan lokal yang mudah didapat dan terjangkau oleh pedagang kecil.

Inovasi ini ternyata sukses besar dan kini menjadi pembeda utama Soto Lamongan dengan soto lain seperti Soto Betawi atau Soto Madura.

Soto Lamongan umumnya menggunakan daging ayam kampung. Penggunaan ayam kampung, yang memiliki tekstur daging lebih padat dan rasa kaldu lebih kuat, diyakini merupakan praktik turun temurun.

Di daerah pedesaan Lamongan, ayam kampung lebih umum dan mudah diakses, sehingga penggunaannya dalam resep soto adalah cerminan dari ketersediaan bahan baku lokal saat itu.

Saat ini, Soto Lamongan tidak hanya menjadi hidangan yang lezat, tetapi juga simbolisasi dari semangat wirausaha dan kemampuan adaptasi masyarakat Lamongan.

Setiap sendok kuah yang kita nikmati adalah refleksi dari sejarah migrasi, inovasi kuliner, dan kecintaan pada rasa autentik yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Penulis: Cut Nazwa Khiranjani

Editor : Bahana.
#Soto Lamongan