KULON PROGO - Perayaan tahun baru di Bumi Binangun dipastikan minim hingar-bingar. Lantaran, Dinas Pariwisata Kulon Progo tak akan menggelar pesta kembang api.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman menyampaikan, tak adanya kegiatan pemkab bertajuk pesta kembang api. Pihaknya hanya menyediakan dua kegiatan, perayaan tahun baru yaitu, Kabanaran Fun Walk dan Glagah Sunset Festival.
"Kami mengikuti arahan gubernur, untuk lebih bijaksana dalam menggelar kegiatan," ucap Sutarman, Kamis (25/12).
Arahan gubernur sebenarnya tak melarang pesta kembang api. Akan tetapi, secara eksplisit setiap pemkab mengadakan acara yang bermanfaat dan menekankan kebijaksanaan. Kegiatan menyambut tahun baru juga dilarang digelar secara berlebihan.
Imbauan yang diterjemahkan untuk menyelenggerakan pesta kembang api ini, juga dianggap sebagai penglihatan kondisi sosial masyarakat. Utamanya, kondisi masyarakat Pulau Sumatera yang sedang menerima musibah bencana alam.
Kendati pemkab tak menyelenggarakan pesta kembang api, pihaknya akan menyelenggarakan kegiatan untuk masyarakat. Tanggal 28 Desember mendatang, Dinpar mengadakan gerak jalan dan senam masal di Kawasan Pantai Trisik.
"Ini upaya kami untuk mengenalkan objek wisata Pantai Trisik pascapembukaan Jembatan Kabanaran," ungkapnya.
Sutarman menjelaskan, kegiatan itu bertajuk Kabanaran Fun Walk. Nantinya, ribuan masyarakat akan dipastikan berkunjung dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Gedung KDMP Dibangun di Lapangan, Warga Geruduk Balai Desa Cermo Boyolali
Gelaran kegiatan, merupakan upaya Dinpar dalam menggaet wisatawan ke Kulon Progo. Pasalnya, jumlah kunjungan wisatawan di DIJ diprediksi mencapai 5 juta pengunjung. Sehingga, pihaknya harus mengoptimalkan jumlah kunjungan.
Pihaknya menargetkan 60 ribu kunjungan ke objek wisata selama 20 Desember hingga 1 Januari mendatang. Target tersebut hampir sama dengan tahun sebelumnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo