MUNGKID - Festival lampion pada puncak perayaan Tri Suci Waidak 2570 BE/2026 menyedot antusiasme masyarakat. Sebab tiket penerbangan lampion yang menjadi ikon perayaan tersebut habis terjual dalam hitungan menit setelah dibuka pada 14 Maret 2026.
Ketua Umum Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI), Agus Jaya menyebut, sekitar 2.000 tiket langsung diserbu pembeli dalam waktu sangat singkat. "Kurang lebih hanya 10 menit sudah habis. Paling lama 30 menit prosesnya selesai," ujarnya saat dihubungi, Kamis (26/3).
Tahun ini, kuota peserta penerbangan lampion dibatasi sekitar 2.000 orang yang dibagi ke dalam dua sesi, masing-masing 1.000 peserta. Pembatasan tersebut dilakukan karena keterbatasan area di sekitar lokasi acara yang kini sebagian telah difungsikan sebagai taman.
Baca Juga: Kepadatan Jalan di Magelang gegara Arus Balik dan Keramaian Pusat Perbelanjaan
Tradisi penerbangan lampion sendiri, kata dia, sudah menjadi daya tarik utama dalam perayaan Waisak di Borobudur. Tidak hanya bagi umat Buddha, tetapi juga wisatawan domestik maupun mancanegara.
Agus menjelaskan, puncak acara pada 31 Mei 2026 mendatang akan dibagi dalam dua sesi penerbangan lampion. Sesi pertama dijadwalkan dimulai dengan open gate pukul 16.30, sementara penerbangan lampion dilakukan pada pukul 19.00.
Adapun sesi kedua dibuka pukul 21.00, dengan penerbangan lampion sekitar pukul 22.30. Penyesuaian waktu ini dilakukan karena detik-detik Waisak tahun ini diperkirakan berlangsung pada sore hari, yakni pada pukul 15.44.44.
Baca Juga: Libur Lebaran, Negeri Kahyangan Tembus 2.000 Orang per Hari tapi Turun dari Tahun Lalu
Dengan begitu, seluruh prosesi keagamaan telah rampung sebelum pelepasan lampion dimulai. "Jadi saat lampion diterbangkan, seluruh rangkaian ibadah sudah selesai," ujar Agus.
Dia menambahkan, harga tiket tahun ini relatif tidak mengalami perubahan signifikan, yakni sekitar Rp 550 ribu per peserta. Dalam satu lampion, biasanya digunakan oleh empat orang, sehingga jumlah lampion yang diterbangkan tetap proporsional dengan jumlah peserta.
Penerbangan lampion, lanjut dia, memang telah menjadi ikon perayaan Waisak di selama beberapa tahun terakhir. Tradisi ini melambangkan pelepasan harapan dan doa menuju kehidupan yang lebih baik.
Baca Juga: Tips Ala Honda Istimewa, 3 Tips Aman Menghindari Blind Spot Area Ala Honda Istimewa
Selain lampion, panitia juga tengah menyiapkan konsep tambahan untuk memperkaya perayaan, meski detailnya belum diungkap secara penuh. "Yang pasti lampion tetap menjadi yang utama," tegas Agus.
Adapun perayaan Waisak tahun ini mengusung tema Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan: Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia. Tema tersebut diharapkan dapat menjadi refleksi bagi umat manusia untuk menumbuhkan nilai kasih sayang dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari. (aya)
Editor : Heru Pratomo