KULON PROGO - DPRD Kulon Progo kembali menyoroti pengelolaan aset daerah yang dinaungi Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo. Sorotan tak lepas dari dua bangunan, yaitu objek wisata paralayang Giri Sembung dan Kios Cinderamata Pantai Glagah.
Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin menjelaskan, adanya potensi bangunan aset pemkab yang akan mangkrak. Hal ini, belajar dari pengelolaan aset daerah yang pernah menjadi fokus lembaga legislatif.
Salah satunya, Gerbang Samudra Raksa yang hingga kini tak jelas pemanfaatannya. "Kali ini kami menyoroti Giri Sembung dan Kios Cinderamata Glagah," ucap Aris, Senin (25/5).
Baca Juga: Polresta Magelang Ungkap Sindikat Curanmor Lintas Daerah Incar Motor Parkir di Lokasi Minim Pengawasan
Aris menjelaskan, objek wisata paralayang Giri Sembung telah rampung dari masa pembangunan. Namun, hingga kini operasional objek wisata tematik ini masih menjadi pertanyaan.
Padahal pembangunan kawasan paralayang Giri Sembung telah menelan anggaran hingga miliaran rupiah, diwujudkan dengan pembangunan sarpras pendukung hingga tempat take off paralayang.
Pembangunan kawasan objek wisata itu berasal dari Dana Keistimewaan, sehingga pemanfaatannya harus jelas. Dinpar idealnya harus segera memanfaatkan momentum pasca pembangunan selesai.
Tujuannya, memantik wisatawan berkunjung, dan tak hanya berfokus pada event sekali pakai. Namun, membuat Giri Sembung sebagai objek wisata paralayang reguler.
"Bangunan pendukung objek wisata seharusnya menjadi roda perekonomian masyarakat, bukan malah mangkrak dan menimbulkan masalah baru," ungkapnya.
Aris tak ingin, objek wisata Giri Sembung bernasib sama seperti Kios Cinderamata Glagah yang mangkrak. Jika terus dibiarkan nasibnya akan sama seperti Gerbang Samudra Raksa.
Baca Juga: Warga Karangwuni, Wates Tuntut Ganti Rugi Psikis, usai Enam Tahun Pengadaan Tanah JJLS Tertunda
Bangunan pendukung objek wisata Pantai Glagah itu, kini bernasib tak jelas. Pasalnya, bangunan dibiarkan kosong, minim pengelolaan hingga tak berpihak ke UMKM.
Sebelumnya, Kepala Dinpar Kulon Progo Sutarman menyampaikan, pembangunan sarpras objek wisata Giri Sembung dibangun selama dua tahap dengan anggaran total Rp 3,3 miliar.
Pihaknya memastikan operasional Giri Sembung akan diagendakan di tahun 2026. "Ini kan wisata minat khusus, tentu kami perlu menata skema operasionalnya," ungkapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo