RADAR PURWOREJO - Menjelajahi sudut-sudut kota kecil di Purworejo memang selalu punya tempat spesial di hati (dan perut).
Kuliner di sini tidak cuma soal rasa gurih manis khas Jawa, tapi juga tentang sejarah dan konsistensi rasa yang terjaga belasan hingga puluhan tahun.
Berikut 5 kuliner terbaik di Purworejo yang wajib masuk radar liburanmu!
Baca Juga: Bahasa Gen Z untuk Edukasi Safety Riding
1. Bebek Goreng Pak H Dargo – Stasiun Lama
Bisa dibilang ini adalah salah satu kiblat kuliner olahan unggas legendaris di Purworejo.
Keunikan utamanya ada pada tekstur bebeknya yang sangat empuk, bumbunya meresap sampai ke tulang, dan sama sekali tidak bau amis.
Dipadukan dengan sambal koreknya yang pedas mantap, dijamin bikin nambah nasi!
Keunikan Tempat: Lokasinya berada di kawasan Stasiun Lama, memberikan nuansa nostalgia tersendiri saat menyantap hidangan.
Harga: Mulai dari Rp 35.000 – Rp 50.000 per porsi (tergantung pilihan bagian bebek/paket nasi).
Baca Juga: Mengenal Hierarchical Value Map: Cara Baru Memahami Penggerak Utama di Balik Angka Penjualan
Lokasi: Jl. Mayjen Sutoyo, Pangenrejo, Kec. Purworejo.
Perjalanan dari Pusat Kota: Sangat dekat! Hanya berjarak sekitar 1–2 km dari Alun-Alun Purworejo, bisa ditempuh dalam waktu 5 menit menggunakan motor atau mobil.
Ulasan Pelanggan: "Bebek legendaris di Purworejo. Dagingnya empuk banget sampai lepas dari tulangnya sendiri, sambalnya juara. Kalau jam makan siang siap-siap antre!"
2. Sego Koyor Pak Pri
Kalau kamu pencinta kuliner malam, jangan lewatkan Sego Koyor Pak Pri.
Kuliner ini menyajikan nasi hangat dengan guyuran koyor (otot/jeroan sapi) yang dimasak bumbu rempah kental, menghasilkan cita rasa gurih yang kaya dan lumer di mulut.
Keunikan Tempat: Ini adalah kuliner midnight sejati karena baru buka sekitar jam 23.00 WIB dan biasanya langsung ludes dalam waktu satu jam saja!
Sensasi mengantre tengah malam bersama warga lokal adalah keseruan tersendiri.
Harga: Sekitar Rp15.000 – Rp25.000 per porsi.
Lokasi: Kedungputri, Desa Baledono, Kec. Purworejo.
Baca Juga: Giri Sembung hingga Kios Cinderamata Glagah Jangan sampai Ikuti Gerbang Samudra Raksa
Perjalanan dari Pusat Kota: Berada di area dalam kota, hanya butuh waktu sekitar 5–7 menit berkendara ke arah timur dari Alun-Alun Purworejo.
Ulasan Pelanggan: "Kuliner hidden gem tengah malam yang luar biasa. Koyornya empuk banget tidak kenyal karet, kuahnya gurih mantap. Jam 11 malam sudah harus siap di lokasi kalau tidak mau kehabisan."
3. Madam ‘O Purworejo
Beralih ke yang sedikit modern, Madam 'O adalah tempat makan hits yang menawarkan menu-menu unik dengan spesialisasi cita rasa khas Medan (seperti Bakmi, Lontong Sayur Medan, hingga Mie Kari) yang jarang ditemukan di daerah Jawa Tengah bagian selatan.
Keunikan Tempat: Restorannya didesain dengan konsep modern, rapi, estetik, dan sangat family-friendly.
Penyajian makanannya pun sangat cantik.
Harga: Mulai dari Rp 27.000 untuk aneka bakmi dan Rp 33.000 untuk menu spesial nasi/lontong.
Lokasi: Jl. Brigjen Katamso No. 89, Pangenrejo, Kec. Purworejo.
Perjalanan dari Pusat Kota: Dari Alun-Alun Purworejo, kamu tinggal berkendara ke arah selatan menyusuri jalan utama sejauh kira-kira 2 km (sekitar 5 menit perjalanan).
Ulasan Pelanggan: "Tempatnya nyaman dan bersih buat makan bareng keluarga.
Mie Kari Medan-nya juara, kuahnya kental dan creamy. Berbeda dari kuliner Purworejo pada umumnya, ini wajib dicoba."
4. Sate Winong H Misbah
Sate Winong adalah kuliner khas Purworejo berbahan dasar daging kambing muda.
Keunikannya terletak pada bumbu kecapnya yang diracik sendiri menggunakan campuran rempah-rempah rahasia dan irisan daun jeruk nipis, memberikan aroma segar yang memotong rasa enek dari daging kambing.
Keunikan Tempat: Disajikan tradisional, daging sate ditusuk dengan potongan yang pas sehingga tetap juicy saat dibakar di atas arang batok kelapa.
Harga: Sekitar Rp 35.000 – Rp 50.000 per porsi.
Lokasi: Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.
Perjalanan dari Pusat Kota: Agak sedikit keluar dari pusat kota.
Dari Alun-Alun Purworejo, kamu perlu berkendara ke arah barat laut menuju Kecamatan Kemiri sejauh kurang lebih 12–15 km (sekitar 25–30 menit perjalanan).
Jalurnya beraspal halus dan melewati pemandangan pedesaan yang asri.
Ulasan Pelanggan: "Sate kambing terbaik yang pernah saya coba. Dagingnya tidak prengus dan sangat empuk. Sambal kecapnya punya rasa khas yang tidak ada di tempat lain karena ada semburat rasa rempah dan jeruknya."
Baca Juga: Warga Karangwuni, Wates Tuntut Ganti Rugi Psikis, usai Enam Tahun Pengadaan Tanah JJLS Tertunda
5. Dawet Ireng Jembatan Butuh
Sebagai penutup perjalanan kuliner, kamu wajib mampir ke pelopor Dawet Ireng.
Berbeda dengan dawet hijau biasa, pewarna hitam dawet ini berasal dari abu merang (batang padi) alami.
Disajikan dengan pemanis gula jawa murni dan santan gurih di dalam mangkuk tanah liat kecil.
Keunikan Tempat: Banyak warung dawet ireng di sepanjang jalan, namun yang paling legendaris adalah yang berada di dekat Jembatan Butuh. Menikmati es dawet di pinggir jalan antar-provinsi memberikan sensasi segar di tengah perjalanan.
Harga: Sangat terjangkau, hanya sekitar Rp5.000 – Rp8.000 per mangkuk!
Lokasi: Jl. Raya Kutoarjo-Kebumen (Dekat Jembatan Butuh), Kec. Butuh, Purworejo.
Perjalanan dari Pusat Kota: Terletak di jalur utama selatan arah Kebumen. Dari kota Purworejo, arahkan kendaraan ke barat melewati kota Kutoarjo. Jaraknya sekitar 18 km dari Alun-Alun Purworejo dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Ulasan Pelanggan: "Segar banget! Dawetnya lembut, manis gula jawanya pas dan tidak bikin batuk, santannya segar. Pas banget jadi tempat istirahat kalau lagi perjalanan jauh."
Editor : Meitika Candra Lantiva