Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Menjelajahi Wisata Permata Tersembunyi di Purworejo: Antara Kemegahan Alam, Warisan Sejarah, dan Ketenangan Pedesaan

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 12 Juni 2026 | 15:33 WIB
Obyek wisata menarik yang patut dijelajahi di Kabupaten Purworejo. (Kolase Google Earth dan TikTok Wisata Purworejo)
Obyek wisata menarik yang patut dijelajahi di Kabupaten Purworejo. (Kolase Google Earth dan TikTok Wisata Purworejo)

 

RADAR PURWOREJO - Kabupaten Purworejo bukan sekadar titik transit di jalur lintas selatan Jawa. 

Daerah ini adalah "permata tersembunyi" yang menawarkan harmoni sempurna antara kemegahan alam, warisan sejarah, dan ketenangan pedesaan.

Bentang alamnya meliputi, Pegunungan Menoreh, Laut Pantai Murtiara hingga Pantai Kertojayan.

Berikut empat obyek wisata yang menarik dijelajahi ketika berkunjung ke Kabupaten Purworejo.

Baca Juga: EKKN Jadi Wadah Cetak Wirausaha Muda, Untidar Perkuat Ekosistem Kolaboratif

1. Goa Seplawan: Menembus "Istana" Bawah Tanah Purworejo

Goa Seplawan Purworejo. (TikTok/diana.novita179)
Goa Seplawan Purworejo. (TikTok/diana.novita179)

 

Terletak di perbukitan Menoreh, Goa Seplawan bukan sekadar objek wisata alam biasa. Tempat ini memadukan pesona stalaktit-stalagmit yang eksotis dengan nilai sejarah tinggi, karena di sinilah arca emas Dewa Siwa dan Dewi Parwati ditemukan pada tahun 1975.

Keunikan: Menyusuri lorong goa yang basah dan gelap seolah membawa kita kembali ke masa kerajaan kuno.

Di luar goa, terdapat gardu pandang yang menawarkan lanskap spektakuler Pegunungan Menoreh hingga Waduk Sermo di Kulon Progo.

Fasilitas: Jalur jalan setapak di dalam goa yang sudah dilengkapi beton dan pagar pengaman, penerangan lampu di beberapa titik goa, area parkir luas, musala, toilet, dan warung makan lokal.

Layanan: Pemandu lokal (local guide) tersedia di sekitar lokasi bagi Anda yang ingin mendengarkan kisah sejarah dan mitologi goa ini secara mendalam.

Harga Tiket Masuk: Kisaran Rp10.000 – Rp15.000 per orang (belum termasuk parkir kendaraan).

Baca Juga: Gempuran Hoaks dan Deepfake, Ketua SMS DIYI: Keunggulan Pers Kini Bukan Tercepat, tapi Terpercaya!

2. Pantai Jatimalang (Pantai Dewaruci): Deburan Ombak dan Patung Megah

Pantai Jatimalang (Pantai Dewaruci) Purworejo. (TikTok/visualimagesphoto)
Pantai Jatimalang (Pantai Dewaruci) Purworejo. (TikTok/visualimagesphoto)

 

Pantai Jatimalang kini bersolek menjadi ikon wisata bahari Purworejo yang modern berkat keberadaan Patung Dewaruci raksasa yang berdiri gagah menghadap Samudra Hindia.

Keunikan: Pantai berpasir hitam luas khas pesisir selatan ini memiliki ombak yang besar dan pemandangan matahari terbenam (sunset) yang dramatis. Patung Dewaruci setinggi belasan meter menjadi magnet utama untuk berfoto bagi para pelancong.

Fasilitas: Jembatan kayu (jogging track) di tepi pantai, gazebo untuk bersantai, area kuliner seafood yang segar, kolam renang air tawar mini untuk anak-anak di sepanjang pantai, serta toilet dan area parkir yang sangat memadai.

Layanan: Sentra kuliner di mana Anda bisa langsung memilih ikan segar tangkapan nelayan setempat untuk dimasak dengan bumbu khas pedesaan.

Harga Tiket Masuk: Kisaran Rp5.000 – Rp10.000 per orang.

Baca Juga: Heboh Sebelas Bayi Ditemukan di Sleman, Polisi Telusuri Dugaan Penghilangan Asal-usul!

3. Desa Wisata Pandanrejo (Goronje): Surga Edukasi dan Alam Menoreh

Eksplorasi Desa Wisata Pandanrejo, Purworejo. (Kolase Berbagai Sumber)
Eksplorasi Desa Wisata Pandanrejo, Purworejo. (Kolase Berbagai Sumber)

 

Jika Anda mencari pengalaman jurnalistik yang interaktif dengan masyarakat lokal, Desa Wisata Pandanrejo di Kecamatan Kaligesing adalah jawabannya.

Desa ini terkenal dengan budidaya Kambing Ras Kaligesing (Peranakan Ettawa) yang bernilai tinggi.

Keunikan: Mengusung konsep desa edukasi.

Pengunjung tidak hanya melihat pemandangan alam perbukitan, tetapi bisa langsung belajar memerah susu kambing ettawa, mencicipi olahan susu segar, hingga trekking menyusuri perbukitan batu kapur.

Fasilitas: Homestay lokal yang menyatu dengan rumah warga, area berkemah (camping ground), toilet umum bersih, dan tempat pertemuan/pendopo.

Layanan: Paket wisata edukasi terstruktur (pilihan paket setengah hari hingga menginap) yang dipandu langsung oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.

Harga Paket Wisata: Mulai dari Rp50.000 per orang untuk tur edukasi harian, hingga ratusan ribu rupiah jika Anda memilih paket menginap termasuk konsumsi kuliner lokal.

Baca Juga: Gempuran Hoaks dan Deepfake, Ketua SMS DIYI: Keunggulan Pers Kini Bukan Tercepat, tapi Terpercaya!

4. Alun-Alun Purworejo dan Masjid Agung (Wisata Sejarah dan Pusat Kota)

Alun-Alun Purworejo dan Masjid Agung Purworejo. (Kolase Berbagai Sumber)
Alun-Alun Purworejo dan Masjid Agung Purworejo. (Kolase Berbagai Sumber)

 

Perjalanan tidak akan lengkap tanpa singgah di jantung kota.

Alun-Alun Purworejo tercatat sebagai salah satu alun-alun terluas di Jawa, bersebelahan dengan Masjid Agung Darul Muttaqin.

Keunikan: Di dalam Masjid Agung ini tersimpan Bedug Pendowo, yang diakui sebagai bedug terbesar di dunia yang dibuat dari pohon jati utuh berumur ratusan tahun pada abad ke-19.

Suasana alun-alun di malam hari berubah menjadi pusat rekreasi warga dengan gemerlap lampu hias.

Fasilitas: Fasilitas olahraga (jogging track, lapangan basket), ruang bermain anak, bangku taman, deretan pusat kuliner (food court) yang rapi, serta fasilitas ibadah yang megah.

Layanan: Penyewaan sepeda tandem, becak lampu hias di malam hari, serta area kuliner yang buka hampir 24 jam.

Harga Tiket Masuk: Gratis (hanya membayar retribusi parkir dan biaya sewa wahana permainan berkisar Rp15.000 – Rp30.000).

Baca Juga: Peringati HUT Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas, Pemkab Purworejo Tekankan Pelayanan Publik yang Humanis

Aksesibilitas Purworejo kini sangat mudah dijangkau berkat kedekatannya dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo.

Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 30–45 menit berkendara dari bandara untuk sampai ke pusat kota Purworejo.

Kuliner Wajib: Di sela-sela perjalanan Anda, pastikan untuk mencicipi Kue Clorot (jajanan pasar dari tepung beras dan gula merah yang dibungkus janur kelapa) dan Es Dawet Ireng khas Jembatan Butuh yang legendaris.

Perjalanan ke Purworejo adalah tentang menikmati ritme hidup yang tenang, keramahan warga lokal, dan keindahan alam yang belum banyak terjamah oleh komersialisas berlebih.

Selamat bertualang!

Editor : Meitika Candra Lantiva
#permata tersembunyi #wisata #Goa Seplawan #alam #Purworejo