GUNUNGKIDUL – Sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul menunjukkan kinerja yang menggembirakan sepanjang semester pertama 2026.
Tingginya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Bumi Handayani berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata yang hingga 30 Juni 2026 telah mencapai 99,29 persen dari target tahunan.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul, realisasi penerimaan retribusi wisata tercatat sebesar Rp35.807.742.435 dari target Rp36.064.663.400.
Baca Juga: Tolak Status Tersangka dan Protes Penggeledahan Rumahnya, Raudi Akmal Tempuh Upaya Praperadilan
Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2.907.533 orang atau 89,76 persen dari target tahunan sebanyak 3.239.205 kunjungan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus penyumbang PAD yang signifikan. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekrafpora Kabupaten Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto mengatakan, realisasi PAD tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: 10 Bikers Astra Motor Yogyakarta Rasakan Sensasi Menjajal Sirkuit Mandalika di Honda Track Day 2026
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya daya tarik destinasi wisata di Gunungkidul. "Saat ini PAD sektor pariwisata di Gunungkidul mengalami kenaikan. Berbeda dengan tahun lalu yang belum mencapai target yang telah ditetapkan," ujar Nanang.
Selain meningkatnya jumlah wisatawan, pemerintah daerah menilai pembangunan infrastruktur, kemudahan akses menuju destinasi wisata, serta berbagai agenda promosi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Gunungkidul.
Meski realisasi PAD hampir menyentuh 100 persen pada pertengahan tahun, pemerintah daerah tetap optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat pada semester kedua.
Baca Juga: Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 Digelar di UNY, Dorong Kolaborasi Transformasi Pendidikan
Momentum libur sekolah, libur akhir tahun, serta penyelenggaraan berbagai agenda pariwisata diperkirakan akan semakin mendorong peningkatan kunjungan.
"Kalau tahun lalu lonjakan wisatawan paling terasa saat libur sekolah dan akhir tahun. Namun, tahun ini jumlah kunjungan relatif lebih stabil sejak awal tahun," ungkapnya. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo