RADAR PURWOREJO - Bagi pencari spot foto instagramable dengan latar perbukitan hijau, dan keasrian alam yang menenangkan, kalian wajib ke Puncak Khayangan Sigendol.
Lokasinya berada di Kecamatan Bruno, Purworejo, Jawa Tengah.
Berada di ketinggian sekitar 1.000-1.060 meter di atas permukaan laut, tempat ini menyuguhkan panorama 360 derajat.
Meliputi hamparan bukit, lembah, hingga pemandangan matahari terbit dan terbenam yang jadi buruan banyak wisatawan.
Puncak Khayangan Sigendol terletak di Desa Giyombong dan resmi dibuka untuk umum sejak September 2017 atas inisiatif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Karena kawasannya masuk wilayah hutan milik Perhutani KPH Kedu Selatan, pengelolaannya dijalankan lewat skema bagi hasil (70 persen untuk desa, 30 persen untuk Perhutani).
Bagaimana cara menempuh rute ke sana?
Dari pusat Kota Purworejo jarak tempuhnya sekitar 30-42 kilometer tergantung rute, dengan waktu perjalanan sekitar 1-1,5 jam.
Rute umum yang dipakai wisatawan adalah dari arah Kutoarjo menuju Kecamatan Bruno, lalu ke Desa Cepedak, dilanjutkan ke arah Curug Gunung Putri, dan naik sekitar 1,5 kilometer lagi hingga tiba di lokasi.
Baca Juga: Pebalap Muda Astra Honda Melesat Raih Double Podium IHTTC 2026 Sepang
Meski kendaraan roda empat tetap bisa melintas, disarankan menggunakan sepeda motor karena beberapa bagian jalan cukup menanjak dan berkelok.
Setelah membeli tiket, pengunjung perlu berjalan kaki melewati jalur treking yang sudah tertata sebelum tiba di area puncak.
Perlu diperhatikan, di beberapa titik viewpoint belum dilengkapi pagar pembatas keamanan.
Jadi bagi pengunjung yang membawa anak-anak supaya selalu waspada dan awas selama berada di sana.
Di puncak, tersedia berbagai spot foto yang jadi daya tarik utama.
Mulai dari Prau Jomblang Anom, replika Rumah Gadang, kawasan Hutan Bambu, Sendang Bidadari, gardu pandang berbentuk rumah bambu, hingga jembatan kayu dan spot foto artistik berbentuk kelopak bunga matahari.
Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Masuk Rutan KPK, Ini Modus Dugaan Korupsinya
Bagi yang ingin pengalaman lebih lama, tempat ini juga menyediakan area camping untuk menikmati suasana malam berbintang dan sunrise keesokan harinya.
Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi area parkir, toilet, mushola, warung makan, gazebo, dan pendopo.
Ke depannya, pengelola setempat disebut berencana mengembangkan kawasan ini lebih jauh, termasuk wisata edukasi peternakan kambing lokal dan perkebunan kopi khas Giyombong.
Untuk masuk, wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp 5.000, ditambah biaya parkir motor Rp 2.000.
Baca Juga: Polisi Gulung Tiga Alap-Alap Curanmor di Wonogiri, Sita Handphone hingga Truk
Puncak Khayangan Sigendol buka setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB, dengan waktu terbaik berkunjung di pagi atau sore hari saat cuaca cerah agar pemandangan lebih maksimal.
Editor : Meitika Candra Lantiva