Melawan Kepunahan lewat Falsafah Urip Kudu Ubah, Warga Sriharjo, Imogiri Sulap Bulak Truli Jadi Hamparan Kitiran

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 05:50 WIB
Beberapa wisatawan sedang menikmati suasana di Festival Kitiran Bulak Truli Sriharjo
Beberapa wisatawan sedang menikmati suasana di Festival Kitiran Bulak Truli Sriharjo

 

 

 

 

 

Kitiran merupakan salah satu permainan tradisional yang mulai perlahan punah akibat tergerus perkembangan zaman. Guna melestarikan sekaligus mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda, warga Kalurahan Sriharjo, Imogiri menggelar Festival Kitiran yang dikemas dengan cara unik.

 

Lurah Sriharjo Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan, sebanyak 63 kitiran dipasang di Bulak Truli Sriharjo, pada Sabtu hingga Minggu (25-26/7). Bentuk kitiran yang ditampilkan pun beragam dan berbeda dari kitiran pada umumnya. Ada yang berbentuk burung, kincir angin, wayang, pesawat, orang memancing, serta berbagai bentuk menarik lainnya.

"Kami juga membedah filosofi kitiran dengan filosofinya 'urip kudu ubah', katanya Minggu (26/7). 

 Baca Juga: Ratusan Bikers Padati Yogyakarta dalam Gelaran Honda Vario Evo 160 Night Ride

Artinya permainan tradisional berupa kitiran ini terus berputar sehingga kitiran memberikan pesan moral agar manusia tetap bergerak. Hal tersebut memiliki makna, dalam kehidupan sebagai manusia harus tetap bergerak, sehingga bisa mencapai kesejahteraan yang sesungguhnya.

 

Pembuatan 63 kitiran tersebut melibatkan sekitar 200 orang yang berasal dari 63 RT di Sriharjo. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar satu setengah bulan. Ia menuturkan, festival serupa sebenarnya pernah digelar pada 2017 dengan nama Festival Sewu Kitiran.

Setelah itu kegiatan sempat vakum dan kembali diselenggarakan pada 2025 dengan nama Festival Kitiran. "Yang membedakan 2025 dengan 2026 adalah lokasinya, 2025 di Srikeminut, tahun ini di Bulak Truli Sriharjo," terangnya.

 Baca Juga: Imbas Penyelewengan Dana Kalurahan Bangunkerto, Carik dan Danarta Resmi Diberhentikan

Festival tahun ini dilaksanakan di Bulak Truli karena kawasan tersebut dinilai memiliki potensi sebagai destinasi wisata. Ke depan, lokasi tersebut akan terus dikembangkan dengan konsep yang disusun oleh masyarakat setempat untuk dijadikan destinasi wisata. 

 

Menurut Titik, kitiran merupakan permainan tradisional yang kini mulai ditinggalkan. Saat ini, banyak anak lebih memilih bermain gawai dibandingkan permainan tradisional. Karena itu, kitiran perlu dilestarikan sebagai salah satu keunikan daerah sekaligus bagian dari upaya menjaga warisan budaya.

 

Dengan festival ini, dia berharap akan ada banyak pengunjung terutama dari luar kalurahan yang datang ke Sriharjo. Menikmati keindahan alam dan sajian wisata yang ada di dalamnya. 

 Baca Juga: Buntut Kasus di Tulungagung, Ini Wahana yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Hipertensi

Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, Festival Kitiran mampu menarik banyak pengunjung karena menghadirkan atraksi yang unik dan menjadi bagian dari pelestarian budaya warisan leluhur yang berkaitan dengan kehidupan pertanian.

"Yang pasti, perekonomian di wilayah tersebut bertambah terutama UMKM-nya, tentu lebih laris dan lebih dikenal," harapnya. (cin/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
festival kitiran Bulak Truli wisatawan Sriharjo Imogiri