MUNGKID – Memiliki objek wisata Punthuk Setumbu, Desa Karangrejo, Borobudur disiapkan naik kelas menjadi Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari, Setelah pernah meraih predikat Proklim Utama.
Kawasan tersebut menjadi satu destinasi wisata unggulan di Karangrejo karena berada tidak jauh dari Candi Borobudur. Upaya tersebut, kata Kepala Desa Karangrejo, Muhamad Hely Rofikun, menjadi bagian dari langkah desa memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mempertahankan potensi wisata berbasis alam.
“Keberlanjutan lingkungan menjadi kebutuhan penting karena kehidupan warga dan aktivitas wisata sama-sama bergantung pada kondisi alam,” katanya Jumat (21/8).
Baca Juga: Rektor Unsoed Purwokerto Akhmad Sodiq Tertangkap OTT KPK, Lulusan Jerman dan Lima Kali Dosen
Desanya, lanjut dia, telah menjalani verifikasi lapangan calon Proklim Lestari yang dilakukan KLHK RI, beberapa waktu lalu. "Tahun ini kami ditargetkan naik menjadi Lestari, sehingga kegiatan konservasi terus kami lakukan," katanya.
Dia berharap, berbagai kegiatan yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi menjadi kebiasaan warga dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan warga.
Dia menjelaskan, Karangrejo merupakan satu dari 20 desa di Kecamatan Borobudur yang mendeklarasikan diri sebagai desa wisata berbasis budaya dan potensi alam. Desa tersebut memiliki luas sekitar 174 hektare, terbagi dalam enam dusun, dengan jumlah penduduk mencapai 3.038 jiwa.
Baca Juga: Desil Di-Update Tiga Bulan Sekali, Kenaikan Bisa karena Kepemilikan Rumah hingga Pendapatan
Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Sahid mengatakan, penanganan perubahan iklim tidak cukup dilakukan pemerintah melalui kebijakan dari atas. Aksi di tingkat desa dan keterlibatan warga justru menjadi bagian penting untuk memastikan program adaptasi dan mitigasi berjalan dalam jangka panjang.
Menurutnya, proklim bukan sekadar mengejar penghargaan. Tetapi merupakan gerakan warga untuk membangun desa yang tangguh menghadapi perubahan iklim dan mandiri dalam mengelola sumber daya alam. "Serta konsisten menjaga kelestarian lingkungan," bebernya.
Dia menyebut, Karangrejo memiliki modal untuk satu pusat pengembangan proklim di Kabupaten Magelang. Desa tersebut tidak hanya menjalankan program lingkungan di wilayahnya, tetapi juga telah membina 14 desa mitra proklim di Kecamatan Borobudur. (aya/pra