Kali terakhir ke Pantai Baron Iqbal Ansori harus menyeberang pakai kapal. Itu terjadi sebelum pandemi Covid-19. Tapi saat kembali berwisata ke pantai yang terletak di Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hal itu tak perlu lagi dilakukannya.
Wisatawan asal Karanganyar itu tinggal berjalan kaki bisa langsung mengakses pantai.
“Ternyata sudah berubah total,” kata Iqbal saat ditemui di Pantai Baron, Selasa (25/8). Hal itu setelah aliran sungai bawah tanah kembali bergeser akibat dinamika gelombang tinggi di kawasan Pantai Selatan Jawa. Membentuk gugusan pasir, yang terakhir terjadi 14 tahun lalu.
Baca Juga: Camat Lamba Leda Utara Marah ke BNPB, Sebut Bantuan Tak Sesuai Kondisi Lapangan Pasca Gempa NTT
Namun, perubahan kawasan justru membuatnya menemukan alasan baru untuk kembali. Iqbal kini melihat Baron lebih nyaman untuk wisata keluarga, terutama bagi pengunjung yang membawa anak.
Menurutnya, kondisi pasir dan perairan yang minim karang membuat anak-anak dapat bermain air dengan lebih leluasa. “Kalau di sini nyaman bawa anak, karena anak bisa main air karena tidak ada karangnya,” ujarnya.
Bagi wisatawan lain, perubahan Baron justru menjadi alasan untuk datang. Ridwan, wisatawan asal Semarang, mengaku mengetahui kondisi terbaru kawasan tersebut dari media sosial. Unggahan mengenai perubahan aliran sungai dan gugusan pasir yang sebelumnya menyerupai pulau membuatnya penasaran.
Baca Juga: Baut Pengikat Jembatan Cirahong Sempat Hilang, KAI Daop 2 Bandung Imbau Warga Aktif Lapor Kerusakan
“Saya awalnya lihat di media sosial kalau Pantai Baron sedang berubah. Ada sungai dan bagian pasir yang katanya dulu seperti pulau,” katanya.
Ridwan sebenarnya baru kembali ke Baron pada awal 2026. Namun, dalam kunjungannya kali ini, ia kembali memperhatikan perubahan yang terjadi di kawasan pantai.
Di tengah perubahan alam tersebut, Ridwan memiliki catatan lain terkait suasana kawasan wisata. Menurutnya, keberadaan payung dan tikar sewaan yang cukup banyak sedikit memengaruhi pandangan terhadap hamparan pasir.
Baca Juga: Cegah Potensi Monopoli, KPPU Dorong BP BUMN Konsultasikan Aksi Merger dan Akuisisi Sejak Awal
“Ini banyak payung dan tikar yang disewakan, jadi hamparan pemandangan luas pasir sedikit terganggu,” katanya.
Sementara itu, perubahan kawasan Pantai Baron tidak mengurangi kewaspadaan petugas terhadap aktivitas wisatawan. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron Marjono mengatakan, personel tetap bersiaga selama 24 jam. “Kami siaga 24 jam. Kalau ada pengunjung yang main air, kami dekati dan kita imbau jika terlalu jauh,” kata Marjono.
Sebanyak 64 petugas disiapkan dan ditempatkan di sejumlah pantai dalam wilayah operasional untuk melakukan pengawasan serta memberikan imbauan keselamatan kepada wisatawan. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo