KULON PROGO – Paralayang di Kulon Progo makin menasional. Di antaranya berkat Paralayang Festival 2026 yang digelar Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo di objek wisata Giri Sembung dan Lapangan Kalurahan Banjarsari, Kalibawang, Jumat hingga Minggu (4-6/9).
Di Paralayang Festival 2026 ini untuk kejuaraan melombakan ketepatan mendarat. Atlet akan terbang dari Objek Wisata Giri Sembung dan langsung mendarat di Lapangan Banjarasri.
Saat mendarat, juri akan menilai jarak, dan ketepatan mendarat di titik yang telah ditentukan. Atlet paralayang menguji kemampuan mendarat di tengah terpaan angin Perbukitan Menoreh.
Baca Juga: Evakuasi ODGJ Ngamuk di Sukoharjo Dramatis, Segera Dirujuk Ke RSJD Solo
Atlet paralayang asal Jawa Barat Galih Gani mengaku, antusias mengikuti kejuaraan Festival Paralayang 2026. Lantaran kali pertama mencicipi langit Bumi Binangun dalam kegiatan lomba. Apalagi, mata lomba yang dilombakan adalah ketepatan mendarat. "Baru pertama kali ke sini, dan ini menambah wawasan dan pengalaman saya," ucap Gani, Minggu (6/9).
Sebelum mengikuti kejuaraan dirinya perlu berlatih terlebih dahulu. H-2 kejuaraan, dirinya telah sampai di Kulon Progo untuk uji coba. Selama dua hari uji coba, dirinya merasakan perbedaan suasana dan adrenalin dari tempat lain. Menurutnya, Giri Sembung memiliki angin yang cukup kencang. Sehingga, durasi terbang menjadi cukup lama.
Di samping itu, kecepatan rata-rata angin membuat pengoperasian paralayang cukup menantang. Terutama saat mendarat, di Lapangan Banjarasri.
Baca Juga: Lima Hari TPA Putri Cempo Solo Belum Padam, Pertimbangkan Modifikasi Cuaca
Terkadang angin dari bawah cukup kuat, membuat pendaratan tak semudah yang dibayangkan. Sehingga setiap atlet sepertinya, harus memperhatikan kecepatan angin, arah angin, hingga mengukur jarak pendaratan.
Kepala Dinpar Kulon Progo Sutarman menyampaikan, tak hanya kegiatan hiburan semata, festival turut menyediakan sarana kejuaraan bagi atlet paralayang dari berbagai daerah. "Total peserta ada 75 atlet, dari 10 provinsi, seperti Jawa Barat hingga Kalimantan Timur," ucap Sutarman.
Dinpar Kulon Progo bekerjasama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (Fasi) dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kerjasama dilakukan agar penyelenggaraan festival hingga kejuaraan sesuai dengan aturan paralayang yang berlaku. "Dengan festival dan kejuaraan, harapannya objek wisata Giri Sembung akan banyak dikenal," ungkapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo