YOGYAKARTA– Di tengah padatnya rutinitas kehidupan, kebutuhan akan ruang publik yang nyaman untuk melepas penat tentunya diminati oleh para masyarakat. Taman Budaya Embung Giwangan yang terletak Jl. Tegalturi No.43, Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta menjadi salah satu destinasi pilihan masyarakat untuk bersantai serta menikmati sore hari.
Sore itu banyak sekali masyarakat yang jogging atau sekadar ingin bersantai sembari berbincang-bincang dan menikmati sore di tempat ini.
Salah seorang pengunjung, membagikan pengalamannya saat pertama kali mengunjungi Embung Giwangan ini.
Baca Juga: Baru Terima Pasokan Empat Truk Fuso, Kerugian Kebakaran di Winong Boyolali Tembus Rp 250 Juta
“Embung Giwangan ini salah satu embung yang bangunannya kan gimana ya? Ya, tempat umum terbuka gitu ya. Yang segar, adem, walaupun sedikit tempat teduhnya. Tapi di sini tuh udaranya tuh enak buat ngobrol, buat duduk santai untuk semata-mata menghilangkan rasa penat seharian bekerja.” ungkap Jojo pada saat diwawancarai.
Kehadiran coffeeshop juga mewarnai asiknya dan nikmatnya berkunjung di tempat tersebut. Pihak coffeeshop juga menyediakan tempat duduk terbatas pada ruang publik untuk menikmati senja sembari meneguk secangkir kopi.
Selain sebagai suatu tempat yang digunakan untuk relaksasi, Taman Budaya Embung Giwangan ini juga merupakan ruang publik yang penting diadakan untuk masyarakat di daerah perkotaan.
Baca Juga: Antusiasme Jamda V YRKI DIY di Maguwoharjo: Cerita Keseruan Touring hingga Insiden Pencurian Motor
“Di ruang terbuka publik kita bisa berkolaborasi, menikmati suasana, dan melepaskan penat. Salah satu bentuk pemerintah menyejahterakan rakyatnya adalah dengan menyediakan ruang terbuka publik seperti ini” pungkasnya.
Bagi para masyarakat yang ingin mencari tempat untuk jogging atau sekedar nyore, Taman Budaya Embung Giwangan dapat menjadi pilihan yang dapat dikunjungi. Duduk santai, meneguk secangkir kopi, dan berbincang-bincang bersama rekan sambil menikmati tibanya senja.
Franzeska Aurellea Paskaningtyas
Editor : Heru Pratomo