RADAR PURWOREJO - Masyarakat Jawa terkenal dengan kentalnya budaya yang beragam.
Mulai dari bahasa, tarian, pakaian hingga kepercayaan pun masih eksis sampai sekarang.
Beragam warisan tersebut masih diberikan secara turun temurun kepada generasi selanjutnya, termasuk pepatah yang dijadikan sebagai acuan hidup.
Pepatah tersebut berguna sebagai pencerminan diri agar menjalani hidup dengan benar, bukan berarti tidak melakukan kesalahan sama sekali, melainkan memperbaiki kesalahan yang pernah diperbuat.
Selain itu, pepatah jawa ini juga termasuk warisan budaya yang memiliki makna dalam untuk dijadikan inspirasi.
Berikut ini adalah pepatah jawa beserta maknanya.
1. Alon alon asal kelakon
Makna: melakukan sesuatu dengan perlahan tetapi pasti.
2. Ana dina, ana upa
Makna: di setiap perjuangan pasti terdapat hasil yang setimpal.
3. Sepi ing pamrih, rame ing gawe
Makna: bekerja keras tanpa meminta imbalan.
Baca Juga: Tak Bisa Ngasal, Visi dan Misi Calon Bupati Kebumen Harus sesuai RPJPD
4. Ajining diri saka lati, ajining raga saka buana
Makna: harga diri seseorang terdapat pada ucapannya dan penampilan seseorang dilihat dari pakaiannya.
5. Jer basuki mawa beya
Makna: semua keberhasilan membutuhkan pengorbanan.
6. Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti
Makna: kekerasan hati dan sifat murka akan kalah dengan kelembutan dan kebaikan hati.
7. Urip iku urup
Makna: hidup harus bermanfaat bagi orang lain.
8. Ngelmu iku kelakone kanthi laku
Makna: mencari ilmu diraih dengan proses dan pengalaman.
9. Witing tresna jalaran saka kulina
Makna: cinta berawal karena terbiasa.
10. Gupak pulute ora mangan nangkane
Makna: ikut dalam kesengsaraan namun tidak mendapatkan hasilnya.
11. Esuk dhele, sore tempe
Makna: orang yang mudah mengubah pendiriannya
12. Mangan ora mangan sin penting ngumpul
Makna: berkumpul itu lebih penting daripada segalanya
13. Becik ketitik ala ketara
Makna: kebaikan dan keburukan akan terlihat pada akhirnya.
14. Jalma angkara mati murka
Makna: mendapatkan kesulitan dari kemarahannya sendiri.
15. Tut wuri handayani
Makna: mengikuti dari belakang dan memberika dorongan.
16. Mikul dhuwur mendhem jero
Makna: menghargai dan menghormati orang tua
17. Diobong ora kobong, disiram ora teles
Makna: orang yang memiliki pendirian yang teguh
18. Ojo dadi watu kodhok
Makna: jangan selalu menunda nunda pekerjaan
19. Kacang ora ninggal lanjaran
Makna: sifat anak tidak akan jauh dari sifat orangtuanya
20. Kakehan gluduk kurang udan
Makna: banyak bicara namun tidak ada hasil atau bukti