RADAR PURWOREJO - Baladewa merupakan saudara Kresna, mereka seharusnya terlahir kembar, namun karena suatu ramalan yang menimpa seseorang akhirnya Baladewa berpindah janin agar tidak dibunuh.
Baladewa merupakan anak dari Basudewa dan seharusnya lahir dari rahim seorang wanita bernama Dewaki, yaitu ibu kandung Kresna, namun ternyata tidak.
Kangsa, kakak dari Dewaki pun mendengar ramalan jika dirinya akan mati di tangan anak Dewaki, sehingga ia pun memasukan Dewaki ke dalam penjara dan membunuh setiap anak yang lahir dari rahim Dewaki.
Saat Dewaki mulai mengandung Baladewa janinnya pun berpindah kepada Rohini yang saat itu menginginkan seorang anak.
Sejak itulah Baladewa dikenal sebagai Sankarsana yang artinya "pemindah janin".
Semakin Baladewa bertumbuh dewasa, kekuatan yang dimilikinya juga ikut bertambah.
Saat masa kanak-kanak pun dia habiskan untuk menjadi pengembala sapi dengan saudaranya, Kresna.
Dirinya juga pernah menjadi pendeta di Pertapaan Argasonya.
Dia mahir memainkan gada yang sangat besar sehingga Bima dan Duryudana berguru padanya.
Baladewa memiliki watak yang keras dan mudah marah, tetapi ia juga sangat adil dan tidak sungkan untuk meminta maaf jika dirinya lah yang bersalah.
Baladewa juga memiliki pusaka sakti yaitu Nanggala dan Alugara.
Selain itu, dia memiliki hewan yang digunakan untuk berkendara namanya adalah Kyai Puspadenta yang tidak lain adalah seekor gajah.
Di akhir kisahnya memang banyak versi yang bertebaran, salah satunya dalam Bhagawatapurana yang menceritakan bahwa setelah Baladewa terlibat dalam pertempuran yang menghancurkan Dinasti Yadu dan melihat Kresna menghilang, ia kemudian duduk bermeditasi di bawah pohon.
Saat itulah, ia meninggalkan dunia dengan mengeluarkan seekor ular putih besar dari mulutnya yang kemudian membawanya pergi. Ular tersebut adalah Sesa.
Editor : Winda Atika Ira Puspita