Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pastikan Penanganan Banjir Fokus ke Warga Terdampak, Pompa Juga Dikerahkan Maksimal

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 4 November 2025 | 04:08 WIB
Photo
Photo

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan penanganan banjir yang melanda beberapa hari terakhir tetap berfokus pada keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan hal itu saat mendampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau kawasan Kaligawe, Senin (3/11/2025).

“Prioritas utama kami adalah warga terdampak. Pompa kita banyak, kita gunakan untuk mempercepat pembuangan air di wilayah banjir,” ujar Agustina dikutip dari Jawa Pos Radar Semarang Senin (3/11/2025).

Ia menjelaskan, pompa-pompa kecil saat ini difokuskan untuk wilayah permukiman, sementara pompa besar dan sistem manajemen air dikerjakan bersama pemerintah pusat, provinsi, dan TNI.

Selain penanganan teknis, ia juga memastikan bantuan logistik tidak terlambat.

“Maka kalau ada yang terdampak, lapor lurahnya supaya lurah lapor ke posko dan segera dikirim (bantuan). Selebihnya sudah ditangani dengan sangat baik proses perencanaan pengendalian banjirnya antara pemerintah pusat, gubernur, dan Pak Pangdam tadi juga rawuh, (hadir-red),” imbuhnya.

Agustina juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap penanganan banjir di Kota Semarang.

“Saya terima kasih sekali karena sudah banyak perhatian. Hari ini Kepala BNPB, kemarin Pak Wapres, sehingga semuanya gercep,” ucapnya.

Menurutnya, lambatnya surut air di beberapa titik disebabkan oleh timbunan tanah proyek sementara yang menutup aliran ke laut.

Setelah dibongkar tim gabungan TNI, BPBD, dan Pemprov Jawa Tengah, arus air mulai lancar.

“Kalau manajemen pompa dan buka-tutup saluran air berjalan baik, air bisa surut lebih cepat,” jelasnya.

Untuk jangka panjang, Agustina menyebut pembangunan kolam retensi menjadi solusi utama.

Fasilitas ini tidak hanya berfungsi menampung air, tetapi juga sebagai sumber air baku baru. Nantinya akan menjadi air-air bersih pengganti dari air permukaan tanah (APT).

“Kalau APT tidak lagi difungsikan, tentu penurunan tanah juga akan bisa diantisipasi lebih baik,” paparnya.

Sementara itu Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan penanganan banjir Semarang dilakukan secara terpadu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden memerintahkan saya memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan bersama pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi banjir di kawasan timur kini jauh membaik dan diperkirakan akan surut dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Sedangkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kerja kolaboratif lintas instansi.

“Artinya kerja-kerja kolaboratif ini yang akhirnya kita bisa memberikan pelayanan masyarakat juga tegak. Ini menjadi role model bahwa kita ternyata bisa ke arah sana,” ujarnya. (*/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#warga terdampak #Agustina Wilujeng #banjir semarang #pemkot semarang #Wali Kota Semarang Agustina #Gubernur Ahmad Luthfi