Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Dihantam Wabah Penyakit dan Pakan Mahal, Harga Daging Sapi di Boyolali Meroket hingga Rp 150 ribu Per Kilogram

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 16 Maret 2026 | 23:15 WIB

 

Pedagang daging sapi di Pasar Boyolali Kota melayani pembeli, Senin (16/3/2026).
Pedagang daging sapi di Pasar Boyolali Kota melayani pembeli, Senin (16/3/2026).

SOLO – Mendekati puncak Hari Raya Idul Fitri, harga daging sapi di Pasar Kota Boyolali meroket. Per Senin (16/3/2026), lonjakan harga tercatat mencapai Rp20 ribu per kilogram, kondisi yang memaksa para konsumen memutar otak demi tetap bisa menyajikan hidangan spesial Lebaran di meja makan.

Pantauan  di Pasar Kota Boyolali, harga daging sapi kualitas baik capai Rp150 ribu per kilogram (kg). Nominal tersebut melonjak signifikan dari harga normal sebelumnya yang masih berkisar di angka Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kg.

Wati, salah seorang pembeli, mengaku hanya bisa pasrah mendapati tingginya harga daging di pasaran. Namun, ia tetap memutuskan membeli karena menghidangkan menu daging sudah menjadi tradisi wajib keluarganya setiap tahun.

"Pas Lebaran seperti ini, ya diusahakan (daging sapi) harus selalu ada. Memang harganya pasti naik dibanding hari biasa, tapi karena kita butuh dan momentumnya cuma satu tahun sekali, ya tetap dibeli," ujarnya usai berbelanja, Senin (16/3/2026).

Menurut Wati, persentase kenaikan tahun ini terasa jauh lebih mencekik dibandingkan tahun lalu. Guna menyiasati kondisi dompet, Wati tidak membeli daging sapi dalam jumlah banyak.

Endang, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kota Boyolali mengungkapkan, grafik kenaikan sudah mulai terasa sejak Sabtu (14/3/2026). Ia terpaksa menyesuaikan harga eceran karena harga tebus sapi hidup dari pihak penyuplai (jagal) sudah melambung tinggi.

"Kondisi keramaian pasar saat ini sebenarnya masih biasa saja, mungkin baru akan membeludak pada H-3 Lebaran. Biasanya kalau sudah mendekati hari H, permintaan bisa naik sampai dua hingga tiga kali lipat," ujar Endang.

Dihubungi secara terpisah, Mulyoto, salah satu pemilik usaha jagal sapi di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, membeberkan akar masalah dari lonjakan harga daging sapi.

Menurutnya, ada beberapa faktor krusial di sektor hulu yang memicu kenaikan, antara lain:

Melihat dinamika di lapangan dan tingginya permintaan pasar yang tak sebanding dengan stok, Mulyoto memprediksi harga daging sapi di Boyolali masih akan terus mengalami fluktuasi dan berpotensi kembali merangkak naik hingga H-1 Lebaran. (fid/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Pasar Kota Boyolali #Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) #Lebaran #harga daging sapi #daging sapi #hari raya idul fitri #Lumpy Skin Disease