SLEMAN - Kepala Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III di bawah Pusat Peralatan Angkatan Darat Kolonel Cpl Antonius Hermawan jadi salah satu korban ledakan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Cibalong, Garut, Jawa Barat. Jenazah lulusan Akmil 1997 ini dimakamkan di tempat asalnya, Harjobinangun, Kapanewon Pakem, Selasa (13/5) sore.
Oleh orang tuanya, Antonius dikenal sebagai sosok yang kerap bermanja-manja. Ayah Antonius, Johanes Sugiarto menjelaskan, terakhir kali bertemu dengan putranya kala perayaan Natal Desember 2024. Dia menyebut anak keempat dari lima bersaudara itu selalu menyempatkan pulang untuk merayakan Natal.
"Kalau pulang, meski sudah pangkat masih tetap bermanja-manja dengan mamanya," kata Johanes saat ditemui di sela-sela menerima kedatangan para pelayat di rumah duka, Dusun Kaliwanglu, Harjobinangun, Pakem, kemarin (13/5).
Johanes menyebut, anaknya itu akan mengobrol lama-lama sembari tiduran dengan mamanya. Antonius sendiri dianggap sebagai sosok yang tidak pernah bermasalah, memiliki banyak teman, dan baik.
"Atas kejadian ini kami sangat terpukul. Kami orang nggak mampu, tetapi punya anak bisa jadi perwira itu kebanggaan," tambah laki-laki berusia 82 tahun ini.
Putranya itu awalnya tidak bermimpi menjadi TNI. Bahkan sempat mendapat beasiswa untuk kuliah kedokteran. Hanya saja Johanes tidak mampu membayar biaya kebutuhan lainnya. "Saya kasih tunjuk masuk Akabri. Tapi saya tidak berani berandai-andai," katanya.
Ternyata putranya bisa lolos dan sempat ditugaskan di berbagai wilayah seperti Palembang dan Bangka. Sementara dipindah ke bidang amunisi baru pada Februari 2025 lalu.
Dia menyebut kali pertama mengetahui kabar duka ini dari istri Antonius. Saat itu, ibu Antonius yang menerima panggilan langsung menangis.
"Tapi kami masih punya dasar iman. Apa pun yang diberikan, itu yang diambil dari Tuhan," katanya.
Sementara itu, ibunda Antonius, Bernaderta Rusminiwati menjelaskan, putranya itu lahir di Jogjakarta. Namun, dari SD hingga SMA bersekolah di Papua. "Dia punya anak satu usia tujuh tahun. Harapannya ada perhatian dari pemerintah untuk anak dan istrinya," katanya.
Prosesi pemakaman Antonius diawali dengan misa requiem. Selanjutnya dilakukan pemakaman dengan acara kemiliteran. Lokasi makam sekitar 500 meter dari rumah. Saat pemakaman kemarin sore dalam kondisi hujan. (del/laz)
Editor : Heru Pratomo