Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan batu besar menimpa rumah warga di Padukuhan Wunut RT 5, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri. Akibatnya, bangunan kamar mandi rata dengan tanah. Juga tembok sepanjang 6 x 3 meter roboh, asbes sebanyak 15 lembar pecah, serta pipa air terputus.
Pemilik rumah Djuradi mengatakan, kejadian itu terjadi Selasa (3/3) sekitar pukul 06.00. Saat kejadian, ia sedang tidur di dalam rumah dan tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari atas tebing.
Mendengar suara tersebut, pria paro baya itu langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. “Pas lari itu batu sudah turun dari atas,” terangnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (4/3).
Baca Juga: Bukan Sekadar Ibadah, Ini 7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh
Selain batu besar berukuran sekitar 2 x 3 meter, kayu-kayu dan lumpur juga ikut menimpa rumahnya. Setelah kejadian, keluarganya yang tinggal di rumah tersebut dengan jumlah dua kepala keluarga (KK) terdiri dari lima jiwa mengalami kesulitan untuk mandi karena kamar mandi tidak dapat digunakan. “Sekarang pakai aliran air, di sebelah kan ada aliran air terjun mandi di situ,” katanya.
Ketua RT 5 ini mengaku mengalami trauma. Ia merasa takut jika mendengar suara gemuruh kembali karena khawatir ada batu susulan yang jatuh menimpa rumahnya.
Meski demikian, pria berusia 57 tahun itu mengaku tidak ingin meninggalkan rumah yang telah ia tempati sejak lahir. “Karena rumah ini warisan dari orang tua, susah meninggalkan rumah yang sudah ditinggali sejak lama,” katanya.
Kepala BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, di lokasi kejadian telah dibuatkan saluran irigasi untuk mengantisipasi hujan deras yang berpotensi melintas ke titik jatuhnya batu besar tersebut. “Jadi batunya belum ada rencana untuk dihancurkan karena batu tersebut untuk menahan jika ada batu susulan yang longsor,” terangnya.
Menurutnya, masih terdapat potensi jatuhnya batu susulan dari atas tebing. Pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi tersebut untuk melihat apakah batu di bagian atas memiliki potensi longsor.
Baca Juga: Hadapi Risiko Penutupan Selat Hormuz, Pemerintah Perkuat Strategi Pasokan Energi
Namun demikian, hingga saat ini BPBD Bantul belum memiliki rencana untuk memberikan bantuan perbaikan bangunan rumah yang rusak. Hal tersebut dikarenakan lokasi rumah masih berpotensi terjadi longsor susulan.
Jika longsor susulan terjadi, pihaknya merekomendasikan pemilik rumah agar pindah karena lokasi dinilai membahayakan. “Kami masih akan lihat perkembangan situasinya,” katanya.
Selain kejadian tersebut, Mujahid juga menyampaikan pada waktu yang sama terjadi longsor di Argosari, Sedayu, serta satu pohon tumbang di Ring Road Selatan. Namun, seluruh kejadian tersebut telah ditangani personel BPBD. (cin/pra)
Editor : Heru Pratomo