RADAR PURWOREJO - Penting bagi seorang perempuan dalam berumah tangga untuk menghindari sifat-sifat tertentu yang bisa merusak keharmonisan dan kepercayaan dalam menjalin hubungan.
Menurut Islam, setidaknya ada enam sifat yang perlu dihindari yaitu annaanah, mannaanah, hannanah, haddaqoh, barroqoh, dan syaddadah.
Apa arti dari istilah tersebut? yuk ketahui lebih lanjut!
1. Annaanah (banyak mengeluh)
Perempuan dengan sifat cenderung sering mengeluh dan merasa tidak puas dengan keadaan bisa menciptakan suasana negatif dalam hubungan.
Sifat ini bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga, menjadikan pasangan merasa tidak dihargai, dan bisa menurunkan semangat untuk berusaha lebih baik.
2. Mannaanah (suka mengungkit)
Sifat ini ditandai dengan kebiasaan mengungkit-ungkit kebaikan atau jasa yang telah dilakukan di masa lalu.
Perempuan dengan sifat ini seringkali mengingat kesalahan pasangan, bahkan setelah dimaafkan.
Mengungkit kesalahan atau kebaikan yang telah berlalu hanya akan membuka luka lama dan merusak hubungan saat ini, sehingga menciptakan ketidaknyamanan dan ketegangan dalam interaksi.
3. Hannanah (membanggakan orang lain)
Perempuan yang cenderung suka menceritakan dan membanggakan orang lain dibanding pasangannya sendiri.
Sifat ini bisa menyakiti perasaan pasangan dan mengurangi rasa percaya diri mereka, serta menciptakan jarak emosional dalam hubungan.
4. Haddaqoh (pemboros)
Sifat yang menggambarkan perempuan yang sangat tertarik pada hal-hal duniawi dan cenderung boros dalam belanja.
Selalu menginginkan setiap kali melihat barang milik orang lain.
Pemborosan bisa membebani keuangan keluarga dan menciptakan konflik terkait pengelolaan keuangan dalam rumah tangga.
5. Barroqoh (terlalu memperhatikan penampilan)
Perempuan yang hanya selalu berfokus pada penampilan fisik, terlalu lama berdandan, dan seringkali mengeluhkan makanan atau hal-hal sepele lainnya.
Sifat ini bisa menyebabkan frustasi dalam hubungan, terutama jika pasangan merasa tidak pernah cukup baik atau tidak dihargai.
6. Syaddadah (banyak bicara negatif)
Perempuan yang banyak bicara, terutama tentang hal negatif atau melakukan ghibah (membicarakan keburukan orang lain).
Terlalu banyak bicara tentang hal negatif bisa merusak reputasi dan hubungan sosial, serta menciptakan lingkungan yang tidak sehat.
Terlebih di era digital, di mana segala hal dijadikan status.
Dengan menghindari sifat-sifat tersebut, seorang perempuan bisa membangun hubungan yang lebih harmonis dan sehat.
Kesadaran akan perilaku diri sendiri dan upaya untuk memperbaiki sikap akan mendukung terciptanya interaksi yang positif dengan pasangan dan orang-orang sekitar.
Meski dalam Islam keenam tersebut ditujukan kepada perempuan, tetapi bukan berarti tidak berlaku untuk laki-laki.
Dalam suatu hubungan, seorang laki-laki juga selayaknya menghindari sifat-sifat di atas. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)
Editor : Meitika Candra Lantiva