Meski demikian, kesempatan untuk berburu pahala di bulan Ramadhan tetap terbuka lebar dengan amalan yang tetap diperbolehkan, seperti zikir dan doa.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak zikir. Zikir menjadi ibadah yang dapat dilakukan kapan saja dan dalam kondisi apa pun, termasuk saat haid. Dengan mengingat Allah SWT, hati menjadi lebih tenang, memperkuat keimanan, sekaligus menjadi ladang pahala di bulan suci Ramadhan.
Dikutip dari kitab ‘Dzurratun Nasihin’ karya Utsman bin Hasan Ahmad Syakir al Khubawi, dijelaskan bahwa:
Adapun zikir yang dianjurkan untuk dibaca sejak hari pertama haid hingga sepanjang masa haid di antaranya sebagai berikut:
الْحَمْدُللهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ
Alhamdulillah ala kulli halin wa astaghfurullaha min kulli dzanbin
Artinya: Segala puji bagi Alah atas segala perkara, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segenap dosa
Membaca Tasbih
Dzikir selanjutnya adalah tasbih, kalimat yang menyatakan kesucian Allah dari segala cela dan kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk. Bacaan tasbihnya:
سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallaahu wallahu akbar
Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar."
Kalimat ini ringan diucapkan, mudah dihafalkan, namun memiliki pahala yang sangat besar. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi SAW bersabda:
"Dua kalimat yang ringan di lidah namun berat di timbangan dan dicintai Allah: Subhanallahil 'azim subhanallah wa bihamdihi." (HR. Bukhari)
Barangsiapa membaca tasbih ini, pahalanya lebih besar dibanding menafkahkan harta sebesar gunung di jalan Allah. Bahkan bagi yang tidak mampu berjihad, berinfak, atau beribadah di malam hari, dzikir ini tetap dicintai Allah dan sangat dianjurkan.
Membaca Tahlil
Dzikir tahlil adalah pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Bacaan tahlil:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Laa ilaaha illallaah
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."
Keutamaan dzikir ini sangat besar. Nabi SAW bersabda:
"Membaca "Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarika lahu, 'asyra marrat," sama pahala dengan memerdekakan empat belas anak dari keturunan Ismail." (HR. Muttafaq 'alaihi)
Selain itu, tahlil juga termasuk bacaan abadi dan baik, yang menumbuhkan keimanan, membersihkan dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah. Sa'id al-Khudry meriwayatkan bahwa
Nabi SAW bersabda:
"Bacaan yang kekal dan baik adalah: 'Tiada Tuhan selain Allah, Maha Suci Allah, Maha Besar Allah, segala puji milik Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah." (HR. Nasa'i)
Keutamaan Zikir dan Doa Saat Haid
Perempuan yang sedang haid tetap memiliki peluang besar untuk meraih pahala melalui zikir dan doa.
Mengutip informasi dari laman Baitul Muamalat Amil Zakat dan Nazhir Wakaf, kondisi haid bukanlah penghalang bagi seorang muslimah untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih keberkahan.
Berikut sejumlah keutamaan zikir dan doa yang dapat diamalkan selama masa haid:
Memberikan Ketenangan Batin
Perubahan emosi saat haid kerap dirasakan sebagian perempuan. Zikir seperti tasbih, tahmid, dan tahlil dapat membantu menghadirkan ketenangan hati.
Menjadi Benteng dari Gangguan Setan
Zikir juga berfungsi sebagai perlindungan spiritual. Dengan memperbanyak mengingat Allah, seorang muslimah dapat menjaga dirinya dari godaan dan bisikan negatif.
Rasulullah SAW bersabda:
"Perbanyaklah dzikir kepada Allah hingga kalian disebut gila karena seringnya berdzikir." (HR. Ahmad)
Adab Membaca Zikir dan Doa Saat Haid
Agar zikir dan doa lebih bermakna, terdapat beberapa adab yang dapat diperhatikan:
1. Mengutamakan waktu-waktu istimewa yang diyakini sebagai saat mustajab, seperti hari Jumat, sepertiga malam terakhir, atau malam Lailatul Qadar.
2. Berzikir dengan hati yang hadir dan penuh kesadaran, walaupun dilakukan di tengah kesibukan.
3. Menghadap ke arah kiblat ketika berdoa sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT.
4. Membuka doa dengan pujian kepada Allah serta membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
5. Menyisipkan doa untuk orang lain setelah mendoakan diri sendiri.
6. Menggunakan Asmaul Husna dalam doa sebagai bentuk pengagungan kepada-Nya.
7. Tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan meskipun sedang dalam masa haid.
Dengan demikian, masa haid tetap dapat diisi dengan amalan bernilai ibadah. Zikir dan doa menjadi jalan bagi muslimah untuk terus meraih pahala serta keberkahan, meski dalam kondisi berhalangan.
Editor : Bahana.