Setelah melewati sepuluh hari pertama yang disebut sebagai fase rahmat, umat Islam memasuki sepuluh hari kedua Ramadan yang dikenal sebagai masa maghfirah, yakni waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak memohon ampun kepada Allah SWT.
Pembagian fase tersebut merujuk pada hadis yang cukup populer di kalangan umat Islam. Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan (maghfirah), dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.”
Hadis ini sering dijadikan pengingat bahwa setiap bagian Ramadan memiliki keutamaan tersendiri.
Sepuluh hari kedua, yaitu tanggal 11–20 Ramadan, menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk lebih sungguh-sungguh memohon ampunan atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Pada fase maghfirah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, memperbanyak doa, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menjaga konsistensi salat sunnah seperti tarawih juga termasuk amalan yang sering dianjurkan selama Ramadan.
Selain itu, sepuluh hari kedua Ramadan juga menjadi waktu refleksi diri.
Setelah memulai bulan puasa dengan semangat di awal Ramadan, fase ini mengingatkan umat Islam untuk memperbaiki diri dan membersihkan hati dari dosa.
Sepuluh hari kedua Ramadan bukan sekadar penanda waktu di tengah bulan puasa.
Fase maghfirah menjadi kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk memohon ampunan dan memperbaiki hubungan dengan Allah sebelum memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan yang penuh keutamaan.
Penulis: Ferry Aditya
Editor : Bahana.