Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Sound Horeg Begitu Dicintai Sekaligus Diperdebatkan? Ternyata Ini Sejarahnya! 

Y
Penulis: Yunita Tri Hastuti❯
Sound Horeg. (Kolase IG/Sound Horeg)
Sound Horeg. (Kolase IG/Sound Horeg)

Advertisement

 

RADAR PURWOREJO – Akhir-akhir ini, dentuman musik berfrekuensi bas tinggi kerap menggetarkan udara di berbagai daerah Jawa Timur hingga merambah wilayah Jawa Tengah.

Bukan sekadar musik biasa, suara menggelegar ini datang dari jajaran speaker raksasa yang diangkut truk-truk besar.

Advertisement

Inilah fenomena sound horeg, subkultur tata suara (sound system) jalanan yang tak pernah gagal menyedot perhatian publik.

Sentuhan sederhana yang menjelma parade raksasa kisah sound horeg tidak lahir begitu saja.

Advertisement

Jika dirunut ke belakang, jejaknya bermula pada era 2000-an.

Saat itu, pengeras suara hanyalah pelengkap hiburan sederhana di kampung-kampung untuk meramaikan hajatan pernikahan atau kegiatan keagamaan warga.

Pergeseran menarik terjadi sekitar tahun 2014 di Malang, Jawa Timur.

Terinspirasi dari atmosfer tata suara modern, masyarakat setempat mulai memadukan perangkat audio bervolume tinggi ke dalam parade festival desa.

Dari wilayah Malang yang dikenal sebagai tanah kelahirannya, tradisi baru ini berkembang pesat pasca-pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

Advertisement

Artikel Terkait

Gempa Magnitudo 5,6 di Tenggara Pacitan Jawa Timur Terasa hingga ke Jogja, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 di Tenggara Pacitan Jawa Timur Terasa hingga ke Jogja, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026). Gempa yang terjadi sekitar pukul 14.47 WIB terasa cukup kencang di wilayah DIY dan sekitarnya. "Gempa cukup kencang, bikin

Peringati Hari Kebudayaan 2026, Kementerian Kebudayaan Gelar Kirab Pusaka dan Ruwatan Bumi 

Peringati Hari Kebudayaan 2026, Kementerian Kebudayaan Gelar Kirab Pusaka dan Ruwatan Bumi 

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar upacara Kirab Pusaka dan Ruwatan Bumi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Jumat (16/10) malam, sebagai bagian dari peringatan Hari Kebudayaan 2026. 

Latihan Gabungan Keris Woomera 26 Mempertemukan Australia dan Indonesia di Jawa Timur

Latihan Gabungan Keris Woomera 26 Mempertemukan Australia dan Indonesia di Jawa Timur

Latihan Gabungan Keris Woomera 26 Mempertemukan Australia dan Indonesia di Jawa Timur

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer