Mengapa Sound Horeg Begitu Dicintai Sekaligus Diperdebatkan? Ternyata Ini Sejarahnya!

RADAR PURWOREJO – Akhir-akhir ini, dentuman musik berfrekuensi bas tinggi kerap menggetarkan udara di berbagai daerah Jawa Timur hingga merambah wilayah Jawa Tengah.
Bukan sekadar musik biasa, suara menggelegar ini datang dari jajaran speaker raksasa yang diangkut truk-truk besar.
Inilah fenomena sound horeg, subkultur tata suara (sound system) jalanan yang tak pernah gagal menyedot perhatian publik.
Sentuhan sederhana yang menjelma parade raksasa kisah sound horeg tidak lahir begitu saja.
Jika dirunut ke belakang, jejaknya bermula pada era 2000-an.
Saat itu, pengeras suara hanyalah pelengkap hiburan sederhana di kampung-kampung untuk meramaikan hajatan pernikahan atau kegiatan keagamaan warga.
Pergeseran menarik terjadi sekitar tahun 2014 di Malang, Jawa Timur.
Terinspirasi dari atmosfer tata suara modern, masyarakat setempat mulai memadukan perangkat audio bervolume tinggi ke dalam parade festival desa.
Dari wilayah Malang yang dikenal sebagai tanah kelahirannya, tradisi baru ini berkembang pesat pasca-pandemi Covid-19 pada tahun 2020.



