Seperti daerah atau kota-kota lain di Indonesia, saat ini Kabupaten Purworejo sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi virus korona (Covid-19).
Pemkab Purworejo telah menyiapkan beberapa rumah sakit (RS), puskesmas, dan klinik untuk melaksanakan program vaksinasi tersebut. Hal itu dimaksudkan agar taget vaksinasi dapat tercapai dan berjalan baik.
Salah satu rumah sakit yang dapat melakukan pelayanan vaksinasi Covid-19 yaitu RS Budi Sehat. Kabag Humas RS Budi Sehat Fera Ana Sutantri mengatakan, layanan vaksinasi Covid-19 pertama kali di rumah sakit ini dilaksanakan pada 8 Maret lalu.
"Awal itu dari BPN (Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Purworejo) ada sebanyak 107 peserta. Kemudian, di vaksin selanjutnya, diikuti dari Akper Purworejo, Akbid Purworejo, dan SMKN 3 Purworejo. Saat ini berlangsung pemberian vaksin dosis kedua untuk BPN," ujar Fera saat ditemui Radar Purworejo Senin (22/3).
Fera menyebutkan, Dinkes Kabupaten Purworejo telah membuka kesempatan bagi rumah-rumah sakit yang mau melakukan pelayanan vaksinasi Covid-19. Pihaknya lantas memutuskan ikut memberikan pelayanan vaksinasi.
"Berlangsung sampai kapan, kami mengikuti dinkes. Dinkes yang akan membagi. RS ini jatah instansi apa, untuk berapa peserta. Begitu," ujar dia.
Fera mengatakan, RS Budi Sehat segera membuka klinik vaksin bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang. "Memang masih belum terealisasi. Mungkin beberapa bulan ke depan, rencananya akan ada. Untuk saat ini, kami telah ada beberapa pelayanan vaksinasi seperti hepatitis B, kanker seviks, dan seterusnya," ungkapnya.
Selain melayani vaksin Covid-19, RS Budi Sehat juga membuka pelayanan rapid test (RDT) Covid-19. Yakni, RDT antibodi dan antigen.
"Kami buka pelayanan itu setiap hari. Tanggal merah tetap buka. Untuk antibodi, pukul 10.00 sampai 12.00 dan pukul 18.00 sampai 20.00. Kalau antigen, hanya satu jam dari 13.00 sampai 14.00. Swab PCR, kami belum," sambungnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo Sudarmi menyebutkan, tingkat kerentanan masyarakat terhadap Covid-19 semakin tinggi. Ini karena kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 berkurang. Padahal, pandemi akan berakhir jika telah tercapai herd immunity. Yakni, minimal 80 persen masyarakat telah memiliki kekebalan terhadap Covid-19.
"Untuk mencapai herd immunity tersebut diperlukan vaksinasi terhadap 70 persen kelompok sasaran. Di Purworejo, pada tahap Januari sampai April 2021, yang divaksin adalah tenaga kesehatan, pelayan publik termasuk TNI/Polri, dan lansia. Sedang untuk tahap selanjutnya, yaitu April hingga Maret 2022 untuk masyarakat rentan dari aspek sosial dan ekonomi serta masyarakat umum,” ungkapnya beberapa waktu lalu. (han/amd) Editor : Administrator