RADAR PURWOREJO – Terlahir dari adat Jawa, sebagian warganya masih mengenal weton.
Bentuk adat istiadat, tradisi atau kejawen yang turun dari nenek moyang nya sendiri, apalagi seseorang yang terlahir dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menjadi bagian untuk memperhatikan masa depan nantinya.
Weton merupakan salah satu gabungan antara hari dan pasaran dalam penanggalan Jawa, istilah dari kejawen ini salah satunya " Weton " mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan nasib seseorang, termasuk dalam masa depan, karier, keungan, jodoh, dan masih banyak lainnya.
Menurut Primbun Jawa yang dikutip dari website laman Primbon.com pada Sabtu ( 17 / 2 ) telah dijelaskan terdapat banyaknya nama weton dalam kalender Jawa, yakni ada Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage.
Dari bagian pokok jiwa manusia yang telah menjadi ilmu pengetahuan serta adanya keyakinan dari leluhur yang masih dipercayai dari zaman dulu sampai sekarang. Hal ini agar masyarakat setempat menghargai bentuk perjuangan leluhurnya yang tidak sia - sia.
Adapun munculnya lima lima hari ini berasal dari nama jiwa seseorang yang diambil dan di informasikan kepada masyarakat Jawa dengan sebutan " Sedulur papat lima pancer " dari dikenalnya Primbon Jawa ini.
Masyarakat Jawa setempat sampai saat ini masih menggunakan naluri yang mana nama lima pasaran tersebut dijadikan titik peperangan dari orang tersebut dari menurut pasaran kelahirannya, apalagi seseorang yang mempunyai keistimewaan lebih yakni indigo dan mempunyai weton tulu wangi pasti selalu di incar oleh makhluk ghaib.
Maka dari itu, Primbon Jawa juga menjelaskan masyarakat Jawa yang mana saat orang lain bertanya dan ingin mengetahui weton kalian baiknya jangan di jawab dan dikasih tahu, baiknya di simpan saja untuk diri sendiri dan keluarga dekat saja.
Bahaya jika sampai orang lain mengetahui dari weton seseorang tersebut, bisa saja akan dijadikan hal - hal yang tidak di inginkan, seperti halnya di santet, ilmu hitam, dan lainnya. Untuk itu, simpan baik - baik saja weton kelahiran dari masyarakat Jawa hanya keluarga terdekat, dan diri sendiri saja yang mengetahuinya.
Editor : Heru Pratomo