Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Video Anak Resmi Jadi WNA Viral, Dwi Sasetyaningtyas Tuai Hujatan dan Minta Maaf

Magang Radar Purworejo • Senin, 23 Februari 2026 | 12:15 WIB

Dwi Sasetyaningtyas sebut Paspor Indonesia lemah (tangkapan layar Instagram]
Dwi Sasetyaningtyas sebut Paspor Indonesia lemah (tangkapan layar Instagram]
Viral di media sosial, video ungahan Dwi Sasetyaningtyas menuai hujatan warganet setelah membagikan kebahagiaannya karena sang anak resmi menjadi warga negara asing (WNA).

Video pendek yang diunggah Dwi Sasetyaningtyas melalui akun media sosial pribadinya menjadi viral di media sosial, lantaran video berdurasi singkat itu menampilkan momen saat Tyas menerima dokumen dari Home Office Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi berstatus sebagai warga negara Inggris.

“Ini adalah surat dari home office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua udah diterima jadi Warga Negara Inggris. Dan yang kedua.. udah resmi jadi British Citizen,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan pilihan terbaik demi masa depan anak-anaknya. Tyas menyebut cukup dirinya yang tetap berkewarganegaraan Indonesia, sementara anak-anaknya tidak.

“Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” pungkasnya.

Akibat pernyataannya dalam video tersebut, video itu sontak menjadi sorotan warganet, karena Tyas diketahui merupakan mantan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Warganet menilai ucapannya merendahkan paspor Indonesia dan tidak mencerminkan nasionalisme, mengingat beasiswa LPDP berasal dari dana negara serta memiliki kewajiban pengabdian.

Kritik semakin ramai setelah ia menyebut istilah “paspor kuat” yang dianggap meremehkan paspor Indonesia. Meski video telah dihapus, potongan rekamannya terlanjur viral dan memicu perbincangan luas di media sosial.

Video tersebut sontak menimbulkan sentimen negatif. Pasalnya, Tyas diketahui merupakan mantan penerima Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Warganet menilai, sebagai mantan penerima LPDP, Tyas tidak seharusnya menjelek-jelekkan Tanah Air.

Sejumlah warganet menilai ucapannya merendahkan paspor Indonesia dan dinilai tidak menunjukkan sikap nasionalisme, apalagi ia merupakan penerima beasiswa LPDP yang bersumber dari dana negara.

Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permintaan maaf usai videonya viral dan menuai kritik di media sosial serta mengakui pernyataannya memicu kesalahpahaman. Klarifikasi tersebut diunggah melalui akun Threads pribadinya dalam bentuk pernyataan tertulis.

“Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” tulis Dwi.

Dwi juga menegaskan bahwa dalam video tersebut merupakan ungkapan pribadi sebagai orang tua, bukan cerminan sikapnya terhadap negara. Ia pun berharap masyarakat dapat menerima klarifikasi tersebut dan tidak lagi memperpanjang spekulasi yang beredar.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepa dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai warga negara Indonesia.” tulisnya.

“Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dakam pemilihan kara dan menyampaikan di ruang oublik. Adapun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggungjawab saya sepenuhnya,” tambahnya

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan terkait polemik tersebut.

Penulis : Lutfiyah Salsabil

Editor : Bahana.
#Dwi Sasetyaningtyas alumni LPDP