Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Iran Tutup Pintu Negosiasi dengan AS, Dubes: Tak Percaya Lagi pada Perundingan

Bahana. • Jumat, 6 Maret 2026 | 14:05 WIB

Photo
Photo
Pemerintah Iran menegaskan tidak akan melakukan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) di tengah memanasnya konflik yang melibatkan kedua negara.

Sikap tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang juga menyatakan Teheran menolak berbagai tawaran mediasi dari sejumlah pihak.

Boroujerdi mengatakan Iran tetap menghargai niat baik sejumlah negara yang berupaya menjadi mediator guna meredakan ketegangan. Namun, menurutnya, kondisi saat ini belum memungkinkan bagi Iran untuk membuka jalur perundingan dengan Washington.

“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” tegas Dubes Boroujerdi, dikutip dari ANTARA.

Menurutnya, sikap tersebut didasarkan pada pengalaman Iran yang beberapa kali melakukan perundingan dengan Amerika Serikat namun berakhir dengan pelanggaran kesepakatan oleh Washington atau tindakan militer terhadap Iran.

Boroujerdi menjelaskan bahwa negosiasi pertama terkait program nuklir Iran yang menghasilkan kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2015 antara Iran dan sejumlah negara besar dunia. Namun, Amerika Serikat kemudian menarik diri dari perjanjian tersebut.

“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” imbuhnya.

Sementara itu, negosiasi ketiga berlangsung secara tidak langsung dengan Oman sebagai mediator. Pada saat itu delegasi Iran dan Amerika Serikat sedang menjalani putaran ketiga perundingan di Jenewa, Swiss, sebelum akhirnya operasi militer antara kedua negara pecah.

Dubes Boroujerdi menekankan bahwa untuk kali ini, Iran tidak akan membuka ruang negosiasi dan akan memperjuangkan kemenangan Iran.

“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ungkapnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyatakan kesiapan menjadi mediator dalam konflik tersebut.

Menurut Kremlin, tawaran itu disampaikan saat Putin melakukan panggilan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, termasuk untuk meneruskan keluhan UEA kepada Iran.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#dubes iran #iran #perang iran vs israel