"Meskipun ini sekolah kejuruan, namun pola pendidikan kami tetap menekankan tentang budaya asli Jawa seperti unggah-ungguh dan subosito (sopan santun dan tata krama,Red)," kata salah satu pendiri SMK Pancasila 1 Kutoarjo, Sabar Budiman, kemarin (17/5).
Dijelaskan, SMK Pancasila 1 Kutoarjo berdiri pada tanggal 25 Mei 1991. Lokasinya masih sama sejak didirikan, tepatnya di Jalan Mayjend S Parman, Kutoarjo, Bandung, Purworejo. Berdasarkan sejarah sekolah, SMK tersebut didirikan oleh sepuluh orang, Bambang Soetono BE, Suwito SIP, Drs H Sumedi MPd, Drs H Sugeng, Haryadi MPd, H Hery Maryanto MPd, Drs H Sunaryo, Abdul Rochim AMd, Sabar, Budiman SPd, Untung Suroso, Hj Kapti Linggapury AMd. "Saya sendiri sudah menjadi pengajar di sekolah ini genap 30 tahun.
Untuk menguatkan karakter, kami juga menggandeng Pondok Pesantren Ashifa Besole yang diasuh oleh KH Masmudi Yusuf dan KH Mustangwing serta Gus Ali Subhan," jelasnya.
Menurutnya, genap di usia 30 tahun, perkembangan SMK Pancasila 1 Kutoarjo cukup luar biasa. Di awal hanya memiliki tiga ruangan, kini luas sekolah mencapai lebih dari dua hektare. Nama Pancasila 1 sendiri merupakan kesepakatan dari 10 pendiri yang memiliki nasionalisme dan religiusitas yang tinggi.
"Logo SMK kami yakni Bedug Pendowo, bedug terbesar di dunia, jadi selain mengangkat akar budaya kami punya harapan SMK Pancasila 1 Kutoarjo ke depan juga mampu mendunia," ujarnya.
Kepala SMK Pancasila 1 Kutoarjo Septi Endah Parwati MPd menambahkan, rangka HUT ke 30, SMK Pancasila 1 Kutoarjo jatuh pada 25 Mei mendatang sudah berjalan, berbagai kegiatan sudah dilakukan, di antaranya silaturahmi antarkeluarga sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. "Kami juga sudah menggelar bakti sosial yang diikuti para murid, dengan membagikan kurang lebih 250 paket sembako kepada masyarakat sekitar dan juga lingkungan para siswa, kami juga sudah membuat lomba mural," ucapnya. (tom/din) Editor : Administrator