Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hasil Cek Kesehatan Gratis: 1095 Warga Wonogiri Terindikasi Mengalami Gangguan Jiwa, Termasuk Para Remaja

Magang Radar Purworejo • Selasa, 11 November 2025 | 22:07 WIB

Photo
Photo

RADAR PURWOREJO - Gangguan kesehatan mental tidak hanya dialami oleh warga perkotaan. Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan bahwa ribuan warga terindikasi mengalami gejala gangguan jiwa, termasuk di antaranya anak-anak dan remaja.

Hingga Jumat (7/11/2025), tercatat sebanyak 226.718 warga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.

Dari jumlah itu, 1.095 orang diketahui mengalami gejala gangguan kejiwaan, mulai dari depresi hingga gangguan lainnya. Temuan ini mencakup berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Wonogiri, Titik Setyaningsih, menjelaskan kegiatan CKG dilakukan di seluruh wilayah kabupaten, termasuk skrining kesehatan mental untuk masyarakat.

"Itu (gangguan jiwa) seperti gejala depresi atau lainnya," ujar Titik.

Ia menyampaikan, ketika ditemukan warga yang menunjukkan gejala gangguan jiwa, puskesmas segera memberikan intervensi awal. Jika diperlukan, warga kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

"Kalau perlu ke psikolog atau terapi rutin. Gangguan jiwa kan juga perlu penanganan seperti penyakit fisik, misalnya hipertensi," jelasnya.

Pemeriksaan dilakukan pada berbagai kelompok seperti pelajar, ibu hamil, ibu nifas, hingga lansia.

Menurut Titik, skrining dilakukan untuk memastikan kondisi dapat ditangani sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi lebih berat.

"Anak sekolah sudah ada skrining gangguan jiwa. Lalu ibu hamil, ibu nifas, dan usia dewasa, semua ada," tambahnya.

Saat ditanya apakah ada pelajar yang teridentifikasi mengalami gangguan kejiwaan, Titik membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa tanda awal gangguan mental bisa muncul dalam bentuk perilaku yang sering diabaikan, seperti kesulitan tidur dan rasa cemas yang berkepanjangan.

Salah satu gejala yang umum ditemukan adalah gangguan tidur. Selain itu, kecemasan berlebih juga kerap menjadi penyebab menurunnya fungsi sosial seseorang.

"Yang lainnya seperti sering mengalami kecemasan. Itu bisa diberi edukasi, nanti dilihat kondisinya membaik atau tidak. Bisa juga nanti dirujuk ke psikolog atau psikiatri," kata Titik.

Ia menyebutkan, faktor penyebab gangguan kejiwaan dapat bervariasi. Tekanan dalam keluarga, bullying dan tekanan sosial lain. Pada beberapa kasus, tekanan ekonomi juga menjadi pemicu munculnya gejala depresi.

"Bisa saja (tekanan ekonomi). Bisa membuat depresi. Saat ada stressor itu (depresi) bisa muncul. Semisal gejala terlihat saat skrining ini bisa segera diintervensi," ungkapnya.

Jenis pemeriksaan CKG sendiri mencakup banyak aspek kesehatan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari skrining kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan, pemeriksaan gizi, telinga, mata, tekanan darah, evaluasi risiko stroke, jantung, kanker, serta kesehatan mental dan fisik.

Saat ini, Puskesmas di Wonogiri telah memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis ke kantor pemerintahan, posyandu, kantor kecamatan, hingga kantor desa.

Langkah ini bertujuan agar seluruh masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa biaya.

Dengan cakupan skrining yang semakin luas, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap kasus gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental, dapat ditangani lebih cepat sehingga masyarakat tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Muhtar Dinata

Editor : Bahana.
#kesehatan mental #wonogiri