Radar Purworejo Siapa saja berhak menerbar virus kebaikan. Tidak mengenal status dan strata sosial. Kebaikan bebas dilakukan siapa saja. Selalu hidup dan menghidupkan. Seperti yang dilakukan Forum Rembug Pemuda Kaligesing Ures- Ures Squad.
Genap dua tahun sudah mereka aktif melakukan kegiatan sosial. Mereka mencoba berempati dan peduli terhadap sesama, membangun desa tempat kelahirannya.
Seperti pepatah mengatakan, kejahatan dan kebajikan hanyalah masalah kesempatan atau perubahan pikiran secara tiba-tiba. Sementara kesedihan tidak pernah membiarkan kebahagiaan datang bersamaan. Sebab, hanya ada dua hal dalam hidup ini. Cinta dan Kematian, ketika mereka datang. Kita harus siap menghadapinya.
"Berbuat baik adalah cara untuk menjawab keduanya. Peduli terhadap sesama adalah jalan menuju kedamaian dunia atau bekal menuju akherat," kata Ketua Ures-Ures Squad Joko Setyawan, 30, warga Desa Kaliharjo, kemarin (5/1).
Dijelaskan, Ures-Ures Squad sudah genap dua tahun berdiri. Anggotanya kini ada 52 orang dari bermacam latar belakang profesi. Ures- Ures Squad sendiri kini menjelma menjadi wadah kaum muda di Kaligesing untuk melakukan kegiatan sosial. Meskipun sebagian besar anggotanya kini sudah berkeluarga.
Sedikit demi sedikit mereka melakukan kegiatan bhakti sosial, dan ternyata berbuat baik itu bikin kecanduan. Menurutnya, ada perasaan lain (kebanggaan, Red) ketika bisa membantu atau berbagi kepada sesama. “Akhirnya, dirutinkan setiap hari Jumat kami buat aksi bagi-bagi sembako untuk warga membutuhkan," jelasnya.
Dalam melancarkan aksi, dana bantuan awalnya berasal dari iuran dan swadaya serkiler anggota. Setiap anggota menyisihkan uang untuk diperbantukan. "Kami memang tidak meminta kepada orang lain dengan proposal, dana yang disalurkan dari pribadi kami sendiri dan sifatnya tidak memaksa alias sukarela," ucapnya.
Lambat laun, sambung Joko, setiap kegiatan yang didokumentasikan dan di-share lewat medsos mendapat respons positif sejumlah kalangan. Satu dua orang akhirnya bergabung dan ikut berdonasi. Jumat (1/1) lalu menjadi pembuka aksi di 2021. Mereka melakukan bhakti sosial di tiga titik, pertama di Desa Somongari, Donorejo dan Sudorogo. Mereka memberikan bantuan sebako dan sedikit uang anggota, dan sebagian juga dari donatur yang tidak mau disebutkan namanya.
Disinggung nama komunitas yang cukup unik, Joko mengungkapkan, nama Ures -Ures sendiri dipilih karena diangap ramah kepada siapa saja. Bahkan mereka yang selama ini mendapat pandangan miring di masyarakat bisa untuk berbuat baik di komunitas ini. "Kalau boleh kami memaknai, ibarat air yang keruh dan tidak enak dilihat, tetapi Alhamdulillah dari kekeruhan itu bisa memunculkan kejernihan," ungkapnya.
Joko berharap, ke depan komunitas ini bisa menjadi media atau ladang untuk berbuat kebaikan mengarah berkah. Sehingga semua anggota juga bisa lebih sejahtera karena amal yang dilakukannya. Tidak menutup kemungkinan bagi yang masih menganggur bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak ketika mau bergabung.
"Intinya kami berkegiatan dan bisa berguna bagi keluarga, wilayah atau yang lebih laus lagi bisa berguna bagi bangsa dan negara. Sejauh ini kami baru melakukan bhakti sosial, namun kedepan tidak menutup kemungkinan perlu juga memikirkan pemberdayaan masyarakat, mengangkat potensi Kaligesing yang cukup kaya ini," harapnya.
Ditambahkan, Kecamatan Kaligesing terdiri dari 21 Desa dengan potensi luar biasa, sumber daya alam (SDA) juga cukup lengkap. Tidak hanya dikenal sebagai pusat budidaya kambing Peranakan Ettawa (PE), tetapi juga dikenal sebagai sentra buah durian, manggis, cengkih, dan banyak lagi. Objek wisata di Kaligesing juga sangat banyak. Ada air terjun, gua, dan objek wisata alternatif lainnya.
Mereka berharap keberadaannya bisa mewarnai dan bisa melecut siapa saja untuk berbuat kebaikan. Minimal peduli terhadap sesama, mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya. “Karena apa yang kami dokumentasikan di lapangan adalah kondisi riil di lapangan," ucapnya.
Tego Susanto, warga Somongari, Kecamatan Kaligesing mengatakan, komunitas Ures-Ures sejauh ini telah membuktikan diri dalam aksi. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Jumat misalnya, sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat dan mendapat respons positif secara luas. "Mereka menyasar warga yang benar-benar kurang mampu, tidak berpenghasilan, ekonomi susah dan tidak memiliki tempat tinggal yang layak," ucapnya.
Ditegaskan, kondisi sosial ekonomi warga di Kecamatan Kaligesing yang hidup di bawah garis kemiskinan tidak banyak. Namun kenyataan di lapangan tetap masih ada. Adapun apa yang dilakukan komunitas Ures-Ures ini menjadi semacam penunjuk arah bagi pemerintah yang ingin tahu seperti apa kondisi masyarakat secara riil di lapangan.”Karena ternyata masih ada warga yang sebetulnya masih membutuhkan sentuhan bantuan pemerintah," tegasnya. (din)
HENDRI UTOMO, KALIGESING, Radar Purworejo Editor : Administrator