Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Dipercaya Tingkatkan Imunitas, Harga Rp 450 Ribu Per Kilogram

Administrator • Jumat, 5 Maret 2021 | 15:30 WIB
BANTU PENGOBATAN: Ketua Dewan Pengawas Indonesia Offroad Federation (IOF) Pusat, Hardjanto bersama perwakilan komunitas saat mendatangi dan menyerahkan donasi untuk kesembuhan Muhammad Satria Assidqi di salah satu kompleks kos bilangan Kelurahan Sindurjan
BANTU PENGOBATAN: Ketua Dewan Pengawas Indonesia Offroad Federation (IOF) Pusat, Hardjanto bersama perwakilan komunitas saat mendatangi dan menyerahkan donasi untuk kesembuhan Muhammad Satria Assidqi di salah satu kompleks kos bilangan Kelurahan Sindurjan
RADAR PURWOREJO - Madu dikenal memiliki khasiat bagi tubuh manusia dan bernilai ekonomi tinggi. Hal itu menggerakkan Feri Triono, menekuni usaha produksi madu dari tawon klanceng.

Lebah atau tawon klanceng berbeda dengan lebah madu pada umumnya. Tawon klanceng biasa hidup berkoloni di alam bebas. Laiknya lebah, mereka juga membuat sarang.

"Tawon klanceng lebih suka di batang bambu atap rumah atau di kayu yang berongga. Kendati ukurannya kecil dan lazim hidup di alam liar, namun tetap bisa dibudidayakan," kata Feri Triono, peternak tawon klanceng, kemarin (4/3).

Warga Desa Bulus, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, ini menjelaskan, klanceng yang ditangkarkannya berjenis trigona levicef. Cara penangkaran yakni memindah koloni dari sarang alami ke dalam kotak kayu atau stup. Menurutnya, menangkarkan lebah mini itu mudah.

Ratu harus ikut dipindahkan. Jika ratu tidak dipindah maka lebah akan bubar.
"Proses pemindahan koloni dari kandang alam ke dalam stup diupayakan jangan sampai mematikan ratu. Ketika ratu berhasil dipindahkan bersama telur dan cadangan makanannya maka budidaya atau penangkaran banyak berhasil," jelasnya.

Menurutnya, cara membedakan ratu klanceng cukup mudah. Biasanya ukurannya lebih besar dibanding lebah lain yang merupakan pekerja.
Setelah berhasil dipindahkan maka peternak bisa memanen madu. Cara memanen madu klanceng juga mudah. Sebab, klanceng memisahkan kantung madu, cadangan makanan, dan telur. Ini tidak seperti madu dari lebah lan yang umumnya tidak terpisah.

"Ketika telur dan cadangan makanan dipindah, madunya dapat dipanen. Lokasi kotak atau sarang bisa dipilihkan di tempat yang sejuk dan jauh dari jangkauan asap, baik dapur atau pembakaran sampah. Asap dan terik matahari bisa mengacaukan koloni. Kalau binatang predator lebah ini, hanya cicak," ujarnya.

Ditambahkan, tawon klanceng biasa mencari makan di lingkungan sekitar sarang. Kendati memiliki, anatomi tubuh yang kecil membuat klanceng punya daya jelajah cukup jauh mencapai lebih dua ratus meter.

"Tidak hanya madu sari bunga, tapi bunga dari segala jenis pohon. Jika vegetasi lingkungan masih terjaga dengan baik, sangat cocok untuk penangkaran lebah trigona ini," ucapnya.

Dijelaskan, masa produksi dalam koloni baru kurang lebih enam bulan. Namun, jumlah dan kecepatan produksi tergantung ketersediaan pakan dan pasokan madu dari bunga di sekitar sarang. "Saya punya lebih dari seratus stup. Sebagian masih baru saja dipindah dan lebah baru mulai berkoloni. Sebagian sudah menghasilkan madu. Dalam seminggu saya bisa dapat sekitar lima kilogram madu," jelasnya.

Imam Prayudi, peternak klanceng yang juga Pemilik Omah Klanceng di Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, menambahkan, budidaya lebah trigona memang sangat mudah. Lebah ini juga tidak memiliki sengat yang membahayakan bagi orang yang ada di sekitarnya.

"Saya (Omah Klanceng) membudidayakan enam jenis lebah trigona. Di antaranya, levicef, itama, biroi, sarawakensis, torasic, dan desersi. Budidaya hanya di dekat rumah. Ada tiga lokasi di Desa Jelok. Stup ada seratus lebih. Sebagian sudah bisa dipanen madunya," ucapnya.

Omah Klanceng sudah ampu memproduksi antara 10 hingga 20 kilogram madu per bulan. Kendati demikian, Omah Klanceng masih kewalahan memenuhi permintaan pasar.

”Kalau permintaan yang masuk bisa 30 sampai 40 kilogram per bulan. Harga Rp 450 ribu per kilogram. Kalau eceran Rp 70 ribu per seratus mililiter madu," katanya.

Menurutnya, prospek budidaya lebah trigona masih sangat bagus. Sebab, madu klanceng dikenal memiliki khasiat kesehatan yang lengkap. Madunya memiliki antioksidan dengan senyawa protocatechuic acid (PCA) yang terbukti mampu mempercepat penyembuhan luka.

Madu klanceng juga memiliki kemampuan sebagai antibakteri. Sebab, punya kandungan flavonoid, hidrogen peroksida, dan fenolik.

"Madu juga berperan menjadi antiperadangan. Bahkan, ada beberapa konsumen yang menyatakan bisa penyembuhan pasien Covid-19. Yang jelas, madu sangat baik untuk meningkatkan imunitas termasuk yang tengah menjalani isolasi mandiri karena Covid-19," ujarnya. (tom/amd) Editor : Administrator
#Madu #Tawon klanceng